Agu
18
2017
Today
Cuaca Cilacap 24-05-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
KA Sidomukti Dinanti, Stasiun Gumilir Minta Dibuka Kembali
Oleh Wagino   
Selasa, 05 April 2016 00:39

CILACAP, (CIMED) - Meski molor dari jadwal, namun rencana pengoperasian kereta api jurusan Cilacap-Solo sangat dinanti warga masyarakat Cilacap dan sekitarnya. Tak hanya itu, sejalan dengan rencana beropasinya KA Sidomukti itu warga juga berharap PT Kereta Api Indonesia Daop 5 Purwokerto menghidupkan kembali Stasiun Gumilir untuk melayani penumpang.


Pasalnya sejak ditutup pada 1 Agustus 2015 lalu, praktis kegiatan naik turun penumpang yang menggunakan jasa kereta api dialihkan ke Stasiun Cilacap Kota. Padahal, bagi sebagian penumpang, keberadaan Stasiun Gumilir sangat mudah dan terjangkau. Utamanya mereka yang tinggal di wilayah Cilacap Tengah, Cilacap Utara dan sekitarnya.

Terkait dengan rencana pengoperasian kereta api Sidomukti, warga berharap PT KAI kembali membuka Stasiun Gumilir. Pertimbangannya, Stasiun tersebut mengakomodir penumpang yang berasal dari wilayah Cilacap Tengah, Cilacap Utara, Jeruklegi dan sekitarnya.

Reni (30), warga Kelurahan Mertasinga Kecamatan Cilacap Utara yang bekerja di Solo mengaku senang dengan rencana pengoperasian kereta api jurusan Cilacap-Solo itu. Kereta tersebut bisa jadi alternatif dirinya yang dua minggu sekali pulang ke Cilacap.

"Banyak juga warga Cilacap yang kuliah di Yogya dan Solo. Ini jadi trasportasi alternatif karena waktu tempuhnya lebih singkat ketimbang menggunakan bus atau kendaraan pribadi. Sekarang saya pulang pergi naik bus karena tidak ada pilihan lain," ujarnya, Selasa (5/4/2016).

Menurutnya, apabila Stasiun Gumilir tidak dibuka kembali, penumpang yang berada di wilayah Cilacap Tengah dan Cilacap Utara serta Jeruklegi akan kesulitan. Karena, lanjut dia, penumpang harus datang ke Stasiun Kota yang jaraknya lumayan jauh. Terutama bagi penumpang yang sering melakukan perjalanan Cilacap-Yogya sampai dengan Solo maupun sebaliknya.

"Dulu pas kereta api Logawa masih melayani sampai Cilacap, saya naik dan turun di Stasiun Gumilir. Begitu juga, pada saat saya bersama keluarga pergi ke Jakarta, dari Cilacap naik kereta Purwojaya dari stasiun Gulimir. Dari rumah hanya berjarak sekitar dua kilometer. Tidak perlu repot-repot ke Stasiun Cilacap Kota, dari rumah 12 kilometer," ujarnya.

Hal senada juga dilontarkan, Rahmat (45) warga Jalan Laban, Kelurahan Kebon Manis, Kecamatan Cilacap Utara. Menurutnya, percumah saja ada stasiun kalau ternyata tidak digunakan untuk melayani penumpang.

Terpisah, Manager Corporate Communication PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono, mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapat kepastian terkait kapan KA Sidomukti yang melayani rute Cilacap-Solo tersebut.

"Sampai sekarang belum ada kabar perkembangan lebih lanjut, karena masih digodok terus," katanya, kemarin.

Surono mengakui, rencana awal pengoperasian KA baru jurusan Cilacap - Solo ini pada bulan Maret ini, akan tetapi sampai saat ini masih dalam proses penggodokan. Menurutnya, karena banyaknya jadwal kereta yang terimbas rencana pengoperasian KA Sidomukti sehingga harus dilakukan re-scedule keberangkatan kereta.

"Banyak kereta yang lain terimbas KA Sidomukti, sehingga harus dijadwal ulang. Ini mungkin yang membuat waktu penggodokan menjadi lama," ujarnya.

Terkait dengan keinginan warga masyarakat pengguna jasa kereta api agar Stasiun Gumilir dibuka kembali untuk melayani penumpang menyusul rencana beroperasinya KA Sidomukti itu, Surono mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi terlebih dahulu.

"Usulan kita tampung. Nanti akan kita evaluasi lebih dulu, sejauh mana aktivitas penumpang yang naik dan turun di Stasiun Gumilir, ramai apa tidak. Kalau ternyata, tidak sebanding dengan jumlah penumpang, maka kemungkinan dibuka kembali untuk melayani penumpang sangat kecil," terangnya.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda