Des
12
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Asah Ketrampilan, Perajin Batik Kampung Laut Digembleng
Oleh Wagino   
Kamis, 09 Pebruari 2017 09:25

KAMPUNG LAUT, (CIMED) - Upaya meningkatkan ketrampilan masyarakat dengan harapan mampu menurunkan angka pengangguran dilakukan PT Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap dengan menggembleng 20 anggota kelompok sanggar batik Desa Klaces Kecamatan Kampung Laut. Mereka diberi pelatihan oleh instruktur dari Balai Besar Batik Yogyakarta di pendapa Kecamatan Kampung Laut selama tiga hari berturut-turut, Rabu (8/2/2017) hingga Jumat (10/2/2017).


"Pertamina RU IV bekerjasama dengan Kecamatan Kampung Laut menginisiasi program CSR (Corporate Social Responsibility, red) pemberdayaan kemlompok sanggar batik Desa Klaces yang dijalankan secara berkelanjutan," kata Head of Communication & Relations RU IV Cilacap, Ristanto Heru Widodo, Rabu (8/2/2017) usai launching program pemberdayaan di pendapa Kampung Laut.

Dijelaskan, program pemberdayaan batik ini secara khusus mendatangkan narasumber dari Balai Besar Batik Yogyakarta. Selain itu, pihaknya juga menyediakan bahan dan peralatan yang dibutuhkan seperti kain, pewarna, canting, wajan, timbangan, dan peralatan lainnya untuk mendukung pembuatan batik.

Menurutnya, program yang dijalankan pada tahun pertama yakni berupa pelatihan teknik  pembuatan pola, menggambar lukisan batik, teknik pewarnaan dan modifikasi motif batik untuk membentuk ciri khas dan memberikan nilai tambah atas batik yang akan diproduksi.

"Ini merupakan salah satu upaya Pertamina RU IV bersama masyarakat kelompok sanggar batik Desa Klaces untuk memperkenalkan nama dan budaya Kampung Laut melalui karya batik. Mengingat kawasan tersebut merupakan daerah yang terisolir namun tetap mampu berkarya," ujar Heru.

Kedepannya, Pertamina berharap program pemberdayaan batik ini tidak hanya berhenti sampai disini saja karena perlu adanya evaluasi dan pematangan kelompok agar tidak hanya segelintir masyarakat saja yang dapat merasakan nilai tambah dari program pemberdayaan batik ini.

"Pertamina berupaya untuk mengembangkan pola pewarnaan batik alami menggunakan tanaman mangrove, mengingat mangrove merupakan salah satu tanaman yang banyak ditemui di wilayah ini.

Ditambahkan, dengan upaya penciptaan motif khas Kampung Laut dan teknik pewarnaan alami menggunakan tanaman setempat akan memberikan ciri tersendiri bagi batik Kampung Laut.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda