Nov
25
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Kepala Distan Cilacap Ajak Petani Bergairah Kembali Tanam Kedelai
Oleh Wagino   
Minggu, 08 Oktober 2017 07:50

CILACAP, (CIMED) - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Ir. Gunawan, MM mengajak petani untuk bergairah kembali menanam kedelai agar kebutuhan dalam negeri tidak lagi tergantung pada impor komoditas bahan baku tempe dan tahu itu. Tujuannya, agar terget swasembada kedelai 2018 terwujud.


"Indonesia adalah negara agraris, dulu swasembada beras tapi selama bertahun-tahun malah impor beras. Baru tahun 2016 Indonesia tidak lagi impor beras. Oleh karena itu, setelah target tidak impor beras terealisasi target berikutnya pemerintah Jokowi -JK yang tidak impor adalah komoditas jagung dan kedelai," kata Gunawan saat pencanangan gerakan tanam serentak kedelai melalui APBN-P TA 2017 bersama kelompok tani Maju Karya di Dusun Kebon Manis Desa Slarang Kecamatan Kesugihan, Jumat (6/10/2017).

Menurutnya, lucu Indonesia sebagai negara agraris tapi kedelai harus kulakan ke luar negeri (Amerika, red). Padahal, lanjut dia, wilayah Banyumas adalah sentralnya mendoan.

"Masa iya, kalau menanam kedelai tidak laku. Pasti laku, soal harganya bagus dan tidak nanti tugas pemerintah membuat regulasi. Pemerintah nanti membuat aturan agar petani kalau menanam kedelai dapat untung. Kalau petani rajin menanam kedelai dan jagung, negara Indonesia tidak akan impor lagi. Oleh karena itu, negara mengandalkan petani untuk rajin menanam," ujarnya.

Lebih lanjut Gunawan mengatakan, selain regulasi harga, pemerintah pusat juga membantu petani berupa benih kedelai melalui APBN-P 2017 ini.

"Salah satunya diberikan kepada kelompok tani Maju Karya Desa Slarang sejumlah 750 kilogram benih kedelai vairetas Anjasmoro. Saya berharap, agar bantuan benih yang sudah diberikan untuk dipelihara agar hasil panen yang bagus," katanya.

Masih kata Gunawan, adapun tujuan dari kegiatan pengembangan kedelai melalui APBN-P 2017 adalah mendukung peningkatan produksi kedelai nasional, dalam rangka mempercepat target swasembada kedelai 2018. Kemudian meningkatkan minat dan motivasi petani dalam berusahatani tanam kedelai. Berikutnya meringankan beban biaya usaha tani kedelai bagi kelompok tani/Gapoktan/LMDH/Lembaga Pemerintah/non Pemerintah.

"Lalu memperluas areal tanam kedelai untuk untuk meningkatkan luas panen dan produksi serta mendorong petani menerapkan teknologi rekomendasi untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi. Dan menambah lapangan kerja, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani," tandasnya.

Ditambahkan, sampai dengan sekarang capaian luas tambah tanam Kabupaten Cilacap sudah mencapai 1.126 hektar atau setara 67,99 persen dari target sasaran seluas 1.656 hektar selama periode Agustus-September 2017.

Dalam kesempatan tersebut Camat Kesugihan Bambang Wijoseno mengatakan atas nama petani mengucapkan terima kasih atas bantuan benih kedelai dari pemerintah. Ia berharap agar program upaya khusus (upsus) padi jagung dan kedelai dari pemerintah pusat bisa berjalan lancar dan menghasilkan panen yang memuaskan.

"Haapan kami bantuan ini memotivasi petani untuk lebih giat dan hasil panen menjadi tambahan penghasilan petani," katanya.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Maju Karya Desa Slarang, Sukardi mengatakan, luas baku lahan pertanian yang dikelola kelompoknya dengan jumlah anggota 83 orang itu mencapai 52 hektar. Dari lahan seluas itu 15 hektar diantaranya merupakan lahan kering (tegalan, red). Menurut Warga Dusun Kebon Manis Desa Slarang ini saat musim kemarau lahan kering lebih dominan ditanami tanaman sayur mayur.

"Sekarang musim rendeng, untuk tanaman sayur mayur kurang bagus. Jadi kita menanam palawija jenis kedelai dengan model tumpang sari jagung," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Gapoktan Lestari ini.

Sukardi berharap, pemerintah memperhatikan nasib petani yang menanam kedelai. Sebab selama ini, harga jual kedelai masih tergolong rendah tidak sebanding dengan biaya produksi untuk mengolah lahan hingga pasca panen.

"Diminta menanam apa saja petani pasti mau, yang penting ada hasil dan untung didapat," pungkasnya.

 



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda