Nov
21
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Alfamart Latih Pedagang Kecil Manajeman Ritel
Oleh Wagino   
Kamis, 26 Oktober 2017 14:55

CILACAP, (CIMED) - Usaha warung eceran (ritel, red) yang menjual kebutuhan sehari-hari kerap menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memulai usaha. Selain modal yang relatif kecil, pengelolaan yang dianggap mudah dan keuntungan yang relatif besar menjadi faktor penyebab orang tertarik memiliki usaha warung eceran. Namun sayangnya tidak sedikit usaha mikro kecil dan menengah tersebut yang tidak berkembang, bahkan merugi karena pengelolaan yang tidak baik.


Hal tersebut terungkap dari puluhan pelaku UMKM saat mengikuti pelatihan manajemen ritel modern yang digelar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) di Rumah Albi Toko Laban Kabupaten Cilacap, Rabu (26/10/2017).

"Salah satu contoh penyebab kerugian yakni karena tidak ada pencatatan dan pemisahan antara barang yang menjadi modal usaha dengan yang dikonsumsi sendiri," kata Branch Manager Alfamart Cilacap, Andy Prastijono.

Kondisi ini mendorong Alfamart sebagai salah satu ritel modern untuk menjalankan pelatihan manajeman ritel yang dapat diikuti oleh pemilik usaha warung.

"Tujuannya, mengajak para UMKM khususnya yang juga memiliki bisnis ritel untuk memahami manajemen ritel modern. Ritel tradisional dan ritel modern sudah saatnya tumbuh berdampingan. Keduanya harus bersinergi," bebernya.

Dijelaskan, dalam pelatihan tersebut ppara peserta memperolah materi terkait dengan manajemen penataan barang, pengaturan stok barang dan manajemen keuangan (cash flow).

"Termasuk tips bagaimanan mengamati tren pasar terkait produk yang sedang diminati serta pelayanan kepada konsumen," jelasnya.

Menurutnya, mayooritas para pedagang telah menjalankan usahanya sesuai dengan prinsip manajemen ritel modern, namun tidak mengetahu mengahap hal tersebut harus dilakukan. Dia mencontohkan dalam hal menata atau mendisplay barang dagangan. Mayoritas pemilik warung tak menerapkan prinsip penanggalan kedaluwarsa produk atau yang dikenal first in first out dan tidak memisahkan antara produk makanan dan bukan makanan.

"Padahal penataan barang dengan mengacu pada penanggalan kedaluwarsa dapat membantu kita memastikan produk layak jual," ujar Andy.
Tak hanya itu, para pelaku usaha juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menata barang agar menarik konsumen.

"Bahkan bukan hanya menjaga kebersihan, pemilik warung harus segera mengisi barang yang cepat hasbis, agar jangan sampai terjadi lost seller atau kehilangan potensi penjualan," tandasnya.

Ditambahkan, pelatihan manajeman riitel ini merupakan salah satu Corporate Social Responsibility yang dijalankan Alfamart sebagai bentuk dorongan pada usaha ritel tradisional. Alfamart juga memiliki program berorientasi membantu UMKM dengan membantu pemenuhan pasokan barang melalui Outlet Binaan Alfamart (OBA).

"Pelatihan yang melibatkan para pelaku UMKM ini digelar secara rutin setiap bulan secara bergantian di setiap wilayah yang memiliki jaringan toko Alfamart," pungkasnya.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda