Jun
26
2022
Today

Cuaca Cilacap 21-06-2022

Hujan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Harga Elpiji Non Subsidi Naik Lagi, LPG 3 Kg Tetap
Oleh Wagino   
Senin, 28 Pebruari 2022 12:36

JAKARTA, (CIMED) - Hanya berselang dua bulan, Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga LPG non subsidi. Sedangkan untuk LPG subsidi 3 Kg tidak ada perubahan. Ketentuan ini berlaku mulai 27 Februari 2022. Penyesuaian harga dipicu tren harga Contract Price Aramco (CPA) yang terus meningkat pada bulan Februari mencapai 775 USD/Metrik Ton (MT) atau lebih tinggi 21% dari rata-rata CPA sepanjang tahun 2021 serta kondisi geopolitik yang memanas di Eropa Timur antara Rusia dan Ukraina.


Harga LPG non subsidi yang berlaku saat ini sekitar Rp 15.000 per kilogram. Sebelumnya harganya Rp.11.500 per kilogram, kemudian pada akhir Desember 2021 naik menjadi Rp 13.500 per kilogram.

Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menegaskan, LPG subsidi 3 Kg porsi konsumsinya sekitar 93% dari total konsumsi LPG nasional. Dikhususkan bagi masyarakat yang kurang mampu, Pemerintah turut andil memberikan subsidi sekitar Rp11.000 per Kg, sehingga masyarakat dapat membeli LPG subsidi 3 Kg dengan harga yang terjangkau.

"Untuk LPG subsidi 3 Kg yang porsinya lebih dari 93% dari total konsumsi LPG Nasional per Januari 2022, tidak mengalami perubahan harga. Harga LPG subsidi 3 Kg tetap mengacu kepada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat," tegasnya, Senin (28/2/2022).

Irto melanjutkan penyesuaian harga hanya berlaku untuk LPG non subsidi yang dikonsumsi 7% dari total konsumsi LPG nasional.

"Penyesuaian harga yang berlaku mulai tanggal 27 Februari 2022 ini dilakukan mengikuti perkembangan terkini dari industri minyak dan gas," jelasnya.

Ditambahkan, harga LPG non subsidi yang berlaku saat ini sekitar Rp 15.500 per Kilogram (Kg), penyesuaian harga ini telah mempertimbangkan kondisi serta kemampuan pasar LPG non subsidi, selain itu harga ini masih paling kompetitif dibandingkan berbagai negara di ASEAN.

Sementara itu berdasarkan pantauan CILACAPMEDIA.com, sejumlah agen LPG di Cilacap memilih menahan diri untuk tidak menjual LPG non subsidi  ukuran 5,5 Kg maupun 12 Kg pasalnya belum bisa menentukan harga jual eceran kepada pelanggan. Sebelum ada kenaikan, harga Bright Gas 5,5 Kg rata-rata dijual Rp 82.000 per tabung.