Sep
28
2020
Today
Cuaca Cilacap 01-09-2020

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?

Berita Terkait :

Bendung Cileumeuh Jebol, Sawah Terancam Kering
Oleh Wagino   
Selasa, 04 Agustus 2009 19:40

CIMANGGU, (Cimed) - Puluhan hektare areal persawahan yang tersebar di Kecamatan Majenang terancam kekeringan menyusul belum diperbaikinya Bendung Cileumeuh yang jebol pada awal Pebruari 2009 lalu.

Pantauan CilacapMedia.com, Senin (3/8) tanggul sebelah kanan Bendung Cileumeuh yang jebol masih tampak menganga, padahal dilokasi tersebut terdapat saluran irigasi yang berfungsi mengalirkan air dari pintu air sebelah kanan menuju areal persawahan. Upaya penanganan baru sebatas memasang drum bekas dan karung pasir. Sedang untuk menahan drum bekas yang berfungsi mengalirkan air melalui pintu air menggunakan batu bronjong.

“Penanganan masih bersifat sementara agar sawah tetap teraliri air. Itu pun dilakukan secara swadaya dengan melibatkan warga sekitar bendung,” kata Mantri Pengairan Kecamatan Cimanggu, Priyanto kepada CilacapMedia.com.

Ia mengatakan, upaya itu membuahkan hasil, setidaknya sawah seluas 94 hektare di dua desa yakni Desa Cilopadang dan Desa Padangsari Kecamatan Majenang tetap bisa panen karena air masih bisa mengairi.

Kendati saluran air sebelah kanan Bendung Cileumeuh bisa berfungsi yakni dengan menggunakan drum bekas, namun sewaktu-waktu bisa tergerus dan kembali jebol jika turun hujan lebat. Kondisi ini dikhawatirkan mengancam petani gagal menanam padi pada musim tanam berikutnya (MT 1) karena kesulitan air yang selama ini mengandalkan Bendung Cileumeuh.

Selain itu, air yang tidak tersalurkan melalui saluran kanan bisa menyebabkan air bendung meluap dan berpotensi banjir di pemukiman sekitar bendung.

Secara rinci Priyanto membeberkan, Bendung Cileumeuh memiliki dua saluran irigasi yakni saluran kanan dan saluran kiri untuk mengairi areal persawahan seluas 1.364 hektare.

“Saluran kanan untuk mengairi areal sawah seluas 94 hektare, sedang saluran kiri untuk mengairi 1.270 hektare,” bebernya.

Lebih jauh Priyanto menyebutkan, lahan seluas itu tersebar di sembilan desa di Kecamatan Cimanggu dan Kecamatan Majenang.

“Untuk Kecamatan Cimanggu tersebar di Desa Rejodadi, Desa Karangreja dan Desa Cilempuyang. Sedang di Kecamatan Majenang meliputi Desa Cilopadang, Desa Padangsari, Desa Mulyadadi, Desa Mulyasari, Desa Pahonjean dan Sindangsari,” urainya.

Ia mengatakan, jebolnya tanggul Bendung Cileumeuh yang terjadi bebarengan dengan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Cilacap Barat sudah dilaporkan kepada pihak Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Purwokerto. Bahkan, lanjut dia, permohonan perbaikan sudah diajukan.

“Tapi sampai saat ini belum ada kepastian kapan tanggul akan diperbaiki. Padahal sekarang mumpung musim kemarau dan debit air sungai kecil,” katanya.

Disinggung mengenai besarnya biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan tanggul, Priyanto mengatakan sekitar Rp 1,4 miliar.

Untuk itu, dia berharap perbaikan terhadap tanggul dan saluran air pada Bendung Cileumeuh segera diperbaiki agar petani tetap bisa menanam padi pada MT 1 mendatang.

“Selain itu, jika hujan lebat turun bisa menggerus tanggul lainnya,” pungkasnya.