Sep
28
2020
Today
Cuaca Cilacap 01-09-2020

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Dua Pejabat Pelindo III Cabang Tanjung Intan Cilacap Jadi Tersangka Pungli
Oleh Wagino   
Jumat, 02 Mei 2008 21:05

PURWOKERTO – Dua pejabat Pelindo III Cabang Tanjung Intan Cilacap ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungli di Pelabuhan Tanjung Intan. Kedua pejabat tersebut masing-masing Didiek Haryanto posisi General Manager dan Leo Suhartadi posisi Manager Usaha.

Kasubag Reserse Kriminal (Reskrim) Polwil Banyumas, Kompol Irwanto mengatakan bahwa keduanya sudah selesai disidik di Powil Banyumas. “Mereka telah kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungli di pelabuhan Tanjung Intan,” katanya kepada wartawan, Jum’at (2/5).

Menurut Irwanto, berkas kasus tersebut sudah mulai diserahkan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap untuk diteliti dan diharapkan secepatnya bisa P-21. Lebih lanjut Irwanto menjelaskan, bahwa berdasar hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik, keduanya telah meminta sejumlah uang kepada pengusaha alat berat yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Intan yakni Edi Santoso.

“Pungutan itu telah berjalan sejak tahun 2005 hingga Juli 2007 lalu, yang dilakukan oleh Didiek dengan meminta uang sebesar Rp 800.000 per ton batu bara yang dibongkar di Pelabuhan Tanjung Intan, sedang Leo menerima uang sebesar Rp 200.000 per ton, katanya.

Berdasar hasil perhitungan tim penyidik, lanjut Irwanto, jumlah uang yang diduga diterima oleh Didiek mencapai Rp 237,3 juta sedang Leo sebesar Rp 60 juta.

Menurut Irwanto, Polwil Banyumas menjerat mereka dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Korupsi. Keduanya dijerat Pasal 12 huruf E UU No 20 Tahun 2001, dengan ancaman hukumannya paling ringan empat tahun dan paling lama 20 tahun serta denda berkisar antara Rp.200 juta hingga Rp1 miliar.

Sementara secara terpisah, Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidus) Kejari Cilacap, Tri Ari Rancoko melalui penyidik Kejari Cilacap, Sudarto membenarkan telah menerima berkas kasus yang melibatkan GM Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap dan stafnya. “Kejari Cilacap saat ini masih mempelajari berkas tersebut,” katanya.(*)