Nov
29
2014
Today

Cuaca Cilacap 3-9-2014

Cerah
Suhu : 22-280C
Angin : 5-27 km/jam
Cuaca Maritim KLIK Disini

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Kejaksaan Selidiki Korupsi Ditubuh Perhutani BKPH Majenang
Oleh Wagino   
Selasa, 20 Maret 2012 07:35

CILACAP, (CIMED) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilacap kini sedang mengusut kasus dugaan korupsi yang terjadi di tubuh Perhutani KPH Banyumas Barat tepatnya BKPH Majenang. Dugaan korupsi tersebut terjadi sejak 2009 hingga awal 2012 dengan modus menyunat upah sadap getah pinus.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cilacap Edyward Kaban mengungkapkan dugaan kasus korupsi tersebut berawal dari laporan yang diterima Kejari Cilacap pada bulan Pebruari 2012 lalu.

“Sekarang ini kita masih pool data dari intelijen, sampai dengan saat ini masih memeriksa saksi-saksi,” ungkap Kajari Cilacap Edyward Kaban kepada wartawan, Senin (19/3/2012).

Disebutkan, saksi yang diperiksa mencapai 30 orang mulai dari penyadap, mandor sadap hingga Asper.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan ini nanti tim akan mengevaluasi hasil dari pool data intelijen, sejauh mana ada indikasi tindak pidana korupsi.

“Sampai sejauh ini kita belum dapat menyimpulkan berapa jumlah kerugian. Hasil pemeriksaan keseluruhan belum terkumpul, nanti akan kita ekspos,” ujarnya.

Kajari menjelaskan, indikasi penyimpangan ini yakni ada dana upah untuk penyadap tidak sepenuhnya sampai kepada penyadap yang sudah berlangsung sejak lama. Pihaknya mau melihat kendalanya dimana sehingga upah ini tidak sampai ke penyadap.

“Kita mau tahu sisa ini untuk kegiatan lain atau masuk ke kantong. Ini masih kita perdalam,” jelasnya.

Namun dia belum bisa merinci karena upah penyadap setiap tahunnya tidak sama dan tergantung dengan jarak.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun pelaksanaan pembayaran upah pikul kepada para penyadap getah pinus (tarif iname) di wilayah BKPH Majenang dikelola langsung oleh Asper Majenang. Pada kenyataanya Asper Majenang dalam melakukan pembayaran upah pikul kepada penyadap getah pinus tidak sesuai dengan SPK yang telah ditentukan oleh KPH Banyumas Barat.

Sebagai contoh, periode Januari – Maret 2011 upah pikul yang dibayarkan oleh Asper Majenang kepada penyadap dengan jarak pikul satu kilometer sebesar Rp 1.800 kilogram. Padahal sesuai SPK yang diterbitkan KPH Banyumas Barat tarif iname dengan jarak satu kilometer sebesar Rp 2.130 per kilogram. Sehingga sisa pembayarannya sebesar Rp 330 per kilogram.

Hasil sisa pembayaran getah pinus tersebut oleh Asper Majenang dibagi-abgikan kepada, mandor sadap, mandor TPG, TU, KRPH, Asper, Koordinasi Eskern, kantor dan bagian koordinasi intern.

Sementara itu perolehan getah pinus wilayah BKPH Majenang mencapai 5.000 ton per tahun. Seperti diketahui wilayah kerja KPH Banyumas Barat sendiri meliputi delapan BKPH yakni Wanareja, Majenang, Lumbir, Sidareja, Kawunganten, Bokol, Rawa Timur dan Rawa Barat.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda