Apr
19
2014
Today

Cuaca Cilacap 15-4-2014

Hujan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-27 km/jam
Cuaca Maritim KLIK Disini

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Kurang Dari 24 Jam, Pelaku Pembacokan Ibu Dan Anak Ditangkap
Oleh Wagino   
Kamis, 31 Mei 2012 18:47

CILACAP, (CIMED) – Dalam tempo kurang dari 24 jam, Kepolisian Resor Cilacap berhasil menangkap pelaku pembacokan terhadap Kamsiyah (35) dan putrinya Resi Febriyanti (1) di Desa Binangun, RT 02/08 Kecamatan Bantarsari. Pelaku ditangkap polisi saat hendak kabur ke Jakarta. Motif pembacokan yakni hendak mencuri namun kepergok oleh korban.

Pelaku adalah Tohirin (22), warga Desa Binangun RT 02/08 Kecamatan Bantarsari. Yang tidak lain masih tetangga korban.

“Pelaku ditangkap petugas Selasa (30/5/2012) malam sekitar pukul 19.00 WIB di bus Gapuraning Rahayu saat hendak kabur ke Jakarta,” ungkap Kapolres Cilacap AKBP Rudi Darmoko, Kamis (31/5/2012).

Dijelaskan, penangkapan bermula dari keterangan korban yang mengetahui ciri-ciri pakaian yang dikenakan pelaku. Hasilnya, lanjut Kapolres, pakaian tersebut milik Tohirin.

“Setelah kejadian tersebut ternyata pelaku tidak ada di rumah dan diduga melarikan diri. Kemudian petugas mendapat informasi jika pelaku hendak kabur ke Jakarta menggunakan bus,” jelasnya.

Petugas gabungan Polsek Bantarsari dan Satreskrim Polres Cilacap kemudian menghentikan bus tersebut. Tohirin kemudian diturunkan dari bus dan dibawa ke Mapolres Cilacap guna proses lebih lanjut.

Motif pencurian

Dari pengakuan sementara, pelaku membacok korban dengan golok secara membabi buta lantaran kepergok hendak mencuri harta benda milik korban. Akibatnya Kamsiyah dan putrinya Resi Febriyanti mengalami luka parah dibagian kepala dan tangan.

“Dari pengakuan pelaku, motifnya pencurian. Namun kita terus melakukan penyelidikan dan mendalami kasus ini,” ujar Kapolres.

Atas perbuatannya, Tohirin terancam dijerat Pasal 365 jo 53 KUHP atau Pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (29/5/2012) pagi sekitar pukul 05.00 saat kedua korban tengah tertidur. Selang beberapa saat, Kamsiyah terbangun dan mengetahui ada suara di luar kamarnya. Namun ia belum berani keluar untuk memastikannya.

Mengetahui pemilik rumah terbangun akhirnya pelaku masuk kedalam kamar. Terkejut, korban mencoba minta tolong namun terlebih dahulu dibacok oleh pelaku. Menghindari bacokan pelaku yang membabi buta, Kamsiyah menangkisnya dengan tangan hingga mengakibatkan empat jari tangan kirinya putus.

Melihat ibunya dilukai, Resi Pebriani, anak korban mencoba melawan dengan memegang kedua kaki pelaku. Nahas, pelaku juga membacok kepala anak berumur 10 tahun tersebut tanpa ampun. Setelah membacok keduanya hingga terluka parah, pelaku pun melarikan diri.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda