Okt
17
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim
Kejari Cilacap Keluarkan SP3 Kasus Dugaan Korupsi Pasar Sampang
Oleh Wagino   
Kamis, 21 Juli 2016 19:53

CILACAP, (CIMED) – Kejaksaan Negeri Cilacap mengungkapkan, proses penanganan perkara kasus dugaan korupsi take over Pasar Sampang yang menyebabkan kas daerah bolong sebesar Rp 7,5 miliar itu dihentikan dengan dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).


“Penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi take over Pasar Sampang sudah dihentikan dengan keluarnya SP3 pada bulan Mei 2016,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap, Agnes Triani saat Press Gathering di Kantor Kejari Cilacap, Kamis (21/7/2016).

Kajari menjelaskan, dasar mengeluarkan keputusan tersebut adalah dari hasil ekspos perkara dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah pada Maret 2016 terhadap kasus take over Pasar Sampang yang menimbulkan kas daerah bolong sebesar Rp 7,5 miliar.

“Setelah kita periksa kembali ternyata uang sebesar Rp 7,5 miliar sudah terbayar sebelum tahap penyidikan. Dulu memang belum ketahuan. Ternyata setelah ditelusuri, sebelum surat penyidikan keluar uang sudah dikembalikan ke kas daerah pada tahun 2005,” jelas Agnes.

Dengan dikembalikannya uang tersebut ke kas daerah sebelum surat perintah penyidikan, lanjut Agnes, maka perkara tersebut tidak bisa ditindaklanjuti dan dihentikan.

Disebutkan, sebelumnya penyidikan yang dilakukan Kejari Cilacap terhadap perkara atas nama tersangka Probo Yulastoro berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap PRINT-01/O.3.17/Fd.1/01/2015 tanggal 31 Januari 2011 yang diperbarui dengan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap PRINT-01.A/Fd.1/01/2013, tanggal 2 Januari 2013, yang diperbarui kembali dengan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap PRINT -01/O.3.17/Fd.1/02/2015, tanggal 2015.

Seperti diketahui, dalam kasus dugaan korupsi Pasar Sampang, Kejaksaan telah menetapkan empat orang tersangka yakni mantan Bupati Cilacap, Probo Yulastoro, mantan Sekda Cilacap, Sayidi; mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Fajar Subekti serta Pengelola CV. Sadhya Anutama, Mujiono.

Dugaan korupsi take over Pasar Sampang ini mencuat menyusul bolongnya kas daerah Pemkab Cilacap sebesar sekitar Rp 7,5 miliar. Penggunaan kas daerah itu pada periode 2006 - 2008, namun hingga saat ini masih bolong sebesar Rp 7,5. Kondisi ini juga berdampak pada gagalnya Kabupaten Cilacap meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda