Agu
18
2017
Today
Cuaca Cilacap 24-05-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Kas Daerah Bobol Rp 10,8 Miliar, Mantan Bupati Cilacap Jadi Tersangka
Oleh Wagino   
Rabu, 07 Juni 2017 21:26

CILACAP, (CIMED) - Kejaksaaan Negeri Cilacap akhirnya menetapkan mantan Bupati Cilacap Probo Yulastoro (PY)sebagai tersangka dalam kasus bobolnya kas daerah (kasda) Kabupaten Cilacap sebesar Rp 10,8 miliar. Kasda bobol itu terjadi sejak 2006.


Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap Berdiaman Simalango didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus Bobi Haryanto menjelaskan, ada bukti kuat untuk menetapkan mantan Bupati Cilacap PY sebagai tersangka dalam perkara bobolnya kas daerah sebesar Rp 10,8 miliar yang terjadi pada 2006.

"Penetapan tersangka setelah alat bukti cukup serta serta beberapa kali dilakukan gelar perkara, penyidikan dan penyelidikan dengan memeriksa 18 saksi. Penetapan tersangka per tanggal 19 Mei lalu," jelas Kajari Cilacap, Rabu (7/6/2017).

Berdasarkan temuan penyidik Probo terlibat dalam kasus penyelewengan pengelolaan keuangan daerah Cilacap yang menyebabkan kas daerah bolong sebesar Rp 10,8 miliar. (Baca : Kas Daerah Cilacap Bobol Rp 10,8 Miliar)

"Salah satu catatan penting dalam perkara ini adalah tidak adanya Surat Perintah Membayar (SPM) saat pencairan dana APBD. Penyidik menemukan peran dari tersangka yang ikut menandatanggani cek pencairan uang yang tidak sesuai dengan mekanisme," ungkapnya.

Sebelum menetapkan tersangka, Kejari Cilacap telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan meminta laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Pasalnya sesuai temuan dari BPK kas bolong sebesar Rp 7,5 miliar, sedangkan penyidik Kejaksaan meyakini kas daerah yang bobol sebesar Rp 10,8 miliar. Selain itu, Kejari Cilacap juga meminta bantuan BPKP RI untuk menghitung kerugian negara yang timbul.

Meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka, namun Kejari Cilacap belum melakukan penahanan terhadap mantan orang nomor satu di Cilacap yang menjabat dua periode tersebut.

"Belum ditahan, yang bersangkutan belum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Sudah dua kali kita panggil untuk diperiksa sebagai tersangka tapi yang bersangkutan belum datang," tandas Berdiaman.

Kasi Pidsus menambahkan, tidak tertutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka lain, sebab proses penyidikan masih terus dilakukan.

"Kemungkinan bertambah. Saat ini kita fokus menyiapkan pemanggilan terhadap tersangka untuk diperiksa," imbuhnya.

Mantan Bupati Cilacap itu dijerat UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Seperti diketahui, bobolnya kasda yang terjadi sejak 2006 menjadi salah satu penyebab gagalnya Kabupaten Cilacap gagal meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam laporan keuangan pemerintah daerah dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda