Des
12
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim
Tiga Kali Mangkir, Kejaksaan Siap Jemput Paksa Probo
Oleh Wagino   
Senin, 12 Juni 2017 17:25

CILACAP, (CIMED) - Mantan Bupati Cilacap Probo Yulastoro yang menjadi tersangka kasus dugaan penyelewengan keuangan daerah Kabupaten Cilacap yang menyebabkan kas daerah bobol Rp 10,8 miliar kembali tak memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Cilacap, Senin (12/6/2017). Langkah selanjutnya, Kejaksaan bakal menjemput paksa.


Pemanggilan ini merupakan penjadwalan ulang dari dua panggilan sebelumnya yang tidak dipenuhi Probo tanpa alasan yang jelas. Demikian pula panggilan yang ketiga tersangka juga tidak datang tanpa alasan yang jelas.

"Benar. Seharusnya diperiksa hari ini (Senin, red) sebagai tersangka. Tapi sampai dengan sore yang bersangkutan tidak datang tanpa alasan yang jelas," Kata Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap Berdiaman Simalango didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus Bobi Haryanto, Senin (12/7/2017).

Padahal, keterangan Probo sangat dibutuhkan untuk menentukan langkah penyidik selanjutnya. Hal itu terkait siapa saja yang masuk dalam pusaran penyelewengan keuangan daerah yang menyebabkan kas daerah bobol Rp 10,8 miliar itu. Kejari Cilacap berharap Probo bersikap koperatif dalam penanganan kasus yang menjeratnya dengan memenuhi panggilan penyidik. Kalaupun memiliki argumentasi untuk membantah sangkaan Kejaksaan, Probo seharusnya menjelaskan hal itu kepada penyidik.

"Kalau tersangka punya argumentasi silakan, namun kami imbau segera penuhi panggilan," katanya.

Kejaksaan sebenarnya memiliki kewenangan berdasarkan KUHAP untuk memanggil paksa Probo Yulastoro yang telah dua kali tidak memenuhi panggilan. Kendati demikian, penyidik belum memutuskan kapan akan menjemput paksa Probo dalam panggilan berikutnya.

"Jemput paksa memang jadi alternatif yang ada di KUHAP, namun menunggu hasil koordinasi penyidik," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 19 Mei lalu, jaksa telah menetapkan Probo Yulastoro sebagai tersangka setelah alat bukti cukup serta serta beberapa kali dilakukan gelar perkara, penyidikan dan penyelidikan dengan memeriksa 18 saksi.

Berdasarkan temuan penyidik Probo terlibat dalam kasus penyelewengan pengelolaan keuangan daerah Cilacap yang menyebabkan kas daerah bolong sebesar Rp 10,8 miliar. Salah satu catatan penting dalam perkara ini adalah tidak adanya Surat Perintah Membayar (SPM) saat pencairan dana APBD. Penyidik menemukan peran dari tersangka yang ikut menandatanggani cek pencairan uang yang tidak sesuai dengan mekanisme.

Sebelum menetapkan tersangka, Kejari Cilacap telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan meminta laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Pasalnya sesuai temuan dari BPK kas bolong sebesar Rp 7,5 miliar, sedangkan penyidik Kejaksaan meyakini kas daerah yang bobol sebesar Rp 10,8 miliar. Selain itu, Kejari Cilacap juga meminta bantuan BPKP RI untuk menghitung kerugian negara yang timbul.

Mantan Bupati Cilacap itu dijerat UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda