Okt
20
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim
Mangkirnya Probo Dinilai Sebagai Bentuk Perlawanan Terhadap Kejaksaan
Oleh Wagino   
Rabu, 14 Juni 2017 10:24

CILACAP, (CIMED) - Koordinator Mitra Institute Agus Dwi Wahyudi mengatakan, ketidakhadiran tersangka Probo pada pemanggilan Kejaksaan Negeri Cilacap sampai dengan Senin 12 Juni 2017, tanpa alasan yang jelas dalam kasus bolongnya Kas Daerah sebesar 10,8 M, merupakan bentuk ketidakpatuhan terhadap penegak hukum dan tidak menghormati proses hukum.


Mitra Institute menengarai bahwa lebih jauh sikap Probo tersebut sesungguhnya ingin menunjukkan kekuatannya melakukan perlawanan terhadap Kejaksaan.

"Sekarang Kejaksaan Negeri Cilacap diuji nyalinya menghadapi mantan bupati, berani tidak menggunakan haknya sesuai undang-undang dengan melakukan penjemputan paksa," kata Agus, Rabu (14/7/2017).

Karenanya, Mitra Institute mendesak agar Kejaksaan Negeri Cilacap tidak gentar terhadap upaya-upaya manuver Probo. Kejaksaan harus berani dan secepatnya melakukan pemanggilan paksa dan sangat layak untuk dilakukan penahanan terhadap tersangka karena alasan tidak kooperatif tersangka pada proses penyidikan.

"Apabila memang ada tersangka lain yang terlibat baik dari unsur PNS yang masih aktif maupun yang sudah pensiun pada kasus korupsi Rp 10,8 M tersebut, maka harus diperlakukan sama dan secepatnya dilakukan penetapan tersangka baru agar tidak ada kecurigaan bahwa Kejaksaan tebang pilih," tandasnya.

Menurutnya, statemen pengacara kondang Cilacap Bambang Sri Wahono yang menyatakan bahwa penetapan tersangka hanya satu orang dinilai kurang adil. Justru Mitra Institute balik tanyakan, apakah perbuatan Probo dengan malakukan korupsi 10,8 M sebagaimana yang disangkakan, memenuhi aspek keadilan bagi rakyat Cilacap?

"Justru apakah tidak terdzolimi rakyat Cilacap apabila kasus ini tidak dituntaskan oleh Kejaksaan Negeri Cilacap," pungkasnya.

 



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda