Agu
18
2017
Today
Cuaca Cilacap 24-05-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Probo Penuhi Panggilan Kejaksaan Tanpa Didampingi Pengacara, Pemeriksaan Ditunda
Oleh Wagino   
Kamis, 06 Juli 2017 21:46

CILACAP, (CIMED) - Mantan Bupati Cilacap Probo Yulastoro akhirnya memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Cilacap untuk diperiksa pertama kalinya sebagai tersangka kasus dugaan penyelewengan keuangan daerah Kabupaten Cilacap yang menyebabkan kas daerah bobol Rp 10,8 miliar. Akan tetapi pemeriksaan ditunda lantaran Probo datang tanpa didampingi pengacara.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, Probo tiba di gedung Kejaksaan Negeri Cilacap, Kamis (6/7/2017) sekitar pukul 10.00 WIB tanpa didampingi pengacara. Kedatangan mantan orang nomor satu di Cilacap yang sebelumnya sudah tiga kali mangkir dari panggilan jaksa itu pun luput dari pantauan awak media.

Kata Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap Berdiaman Simalango didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Bobi Haryanto membenarkan menjadwalkan pemeriksaan terhadap tersangka Probo Yulastoro pada Kamis (6/7/2017). Pemeriksaan itu pertama kali dilakukan setelah Probo berstatus tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan keuangan daerah Kabupaten Cilacap yang menyebabkan kas daerah bobol Rp 10,8 miliar. Namun, pemeriksaan itu tidak bisa dilanjutkan karena tersangka tidak didampingi pengacara.

"Yang bersangkutan datang untuk menjalani pemeriksaan, tetapi tersangka menolak diperiksa dengan alasan belum didampingi pengacara. Saat ditawari disediakan pengacara oleh penyidik, tersangka mengaku sudah ada pengacara tapi belum datang," kata Kajari Cilacap, Kamis (6/7/2017).

Kajari mengungkapkan, selain belum didampingi pengacara, tersangka juga meminta waktu untuk menyiapkan dokumen. Sehingga pemeriksaan terhadap tersangka ditunda. Hanya saja, penundaan pemeriksaan terhadap tersangka bukan sehari dua hari akan tetapi disepakati akhir Juli ini.

"Yang bersangkutan akan melangsungkan pernikahan putrinya. Sehingga tersangka minta waktu pemeriksaan dilakukan setelah hajatan, Pemeriksaan lanjutan disepakati tanggal 31 Juli," ungkapnya.

Sedangkan terkait mangkir beberapa kali dari panggilan jaksa penyidik, Probo mengaku tidak pernah menerima surat panggilan itu.

"Tersangka mengaku tidak pernah menerima surat panggilan dari Kejaksaan. Surat tersebut diterima pembantunya tapi tidak pernah disampaikan kepada tersangka," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 19 Mei lalu, jaksa telah menetapkan Probo Yulastoro sebagai tersangka setelah alat bukti cukup serta serta beberapa kali dilakukan gelar perkara, penyidikan dan penyelidikan dengan memeriksa 18 saksi.

Berdasarkan temuan penyidik Probo terlibat dalam kasus penyelewengan pengelolaan keuangan daerah Cilacap yang menyebabkan kas daerah bolong sebesar Rp 10,8 miliar. Salah satu catatan penting dalam perkara ini adalah tidak adanya Surat Perintah Membayar (SPM) saat pencairan dana APBD. Penyidik menemukan peran dari tersangka yang ikut menandatanggani cek pencairan uang yang tidak sesuai dengan mekanisme.

Sebelum menetapkan tersangka, Kejari Cilacap telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan meminta laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Pasalnya sesuai temuan dari BPK kas bolong sebesar Rp 7,5 miliar, sedangkan penyidik Kejaksaan meyakini kas daerah yang bobol sebesar Rp 10,8 miliar. Selain itu, Kejari Cilacap juga meminta bantuan BPKP RI untuk menghitung kerugian negara yang timbul.

Mantan Bupati Cilacap itu dijerat UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

 



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda