Agu
18
2017
Today
Cuaca Cilacap 24-05-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Terancam Ditahan, Probo Kembali Mangkir Dari Pemeriksaan Penyidik Kejaksaan
Oleh Wagino   
Senin, 31 Juli 2017 17:31

CILACAP, (CIMED) - CILACAP, (CIMED) - Tersangka kasus dugaan penyelewengan keuangan daerah Kabupaten Cilacap yang menyebabkan kas daerah bobol Rp 10,8 miliar, Probo Yulastoro kembali mangkir dari pemeriksaan penyidik Kejaksaan Negeri Cilacap, Senin (31/7/2017). Padahal, mantan orang nomor satu di Cilacap itu sebelumnya sudah tiga kali mangkir dan dijadwalkan menjalani pemeriksaan kali pertama usai menggelar pernikahan putrinya.


Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap Berdiaman Simalango didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Bobi Haryanto membenarkan telah menjadwalkan kembali pemeriksaan terhadap tersangka Probo Yulastoro. Pemeriksaan itu pertama kali dilakukan setelah Probo berstatus tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan keuangan daerah Kabupaten Cilacap yang menyebabkan kas daerah bobol Rp 10,8 miliar. Namun sampai dengan Senin (31/7/2017) sore Probo dipastikan tidak memenuhi panggilan penyidik tanpa ada kejelasan.

"Pada Kamis (6/7/2017) lalu yang bersangkutan datang untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Namun, pemeriksaan itu tidak bisa dilanjutkan karena tersangka tidak didampingi pengacara dan menyiapkan dokumen. Selain itu, karena pertimbangan kemanusiaan karena yang bersangkutan akan melangsungkan pernikahan putrinya. Sehingga pemeriksaan dijadwalkan ulang hari Senin (31/7/2017). Tapi ternyata tidak datang tanpa keterangan yang jelas," kata Kajari Cilacap, Senin (31/7/2017).

Kajari mengungkapkan, dari empat orang yang dipanggil, hanya tiga yang memenuhi panggilan penyidik yakni Sayidi, Kamaludin dan Mujiono. Ketiga orang tersebut dipanggil sebagai saksi.

"Selain tersangka, kita juga memanggil tiga orang saksi. Saksi yang dihadirkan disiapkan apabila keterangan tersangka saat diperiksa penyidik tidak sesuai.  Tapi ternyata tersangka tidak datang memenuhi panggilan penyidik," ungkapnya.

Kendati mengaku kecewa karena Probo tidak kooperatif, namun pihaknya akan memberikan kesempatan sekali lagi mengirimkan surat panggilan kepada tersangka. Hanya saja, Kajari enggan membeberkan kapan waktu pemanggilan.

"Kita beri kesempatan sekali lagi. Apabila tetap mangkir dari panggilan penyidik, maka yang bersangkutan akan ditangkap atau upaya paksa," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 19 Mei lalu, jaksa telah menetapkan Probo Yulastoro sebagai tersangka setelah alat bukti cukup serta serta beberapa kali dilakukan gelar perkara, penyidikan dan penyelidikan dengan memeriksa 18 saksi.

Berdasarkan temuan penyidik Probo terlibat dalam kasus penyelewengan pengelolaan keuangan daerah Cilacap yang menyebabkan kas daerah bolong sebesar Rp 10,8 miliar. Salah satu catatan penting dalam perkara ini adalah tidak adanya Surat Perintah Membayar (SPM) saat pencairan dana APBD. Penyidik menemukan peran dari tersangka yang ikut menandatanggani cek pencairan uang yang tidak sesuai dengan mekanisme.

Sebelum menetapkan tersangka, Kejari Cilacap telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan meminta laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Pasalnya sesuai temuan dari BPK kas bolong sebesar Rp 7,5 miliar, sedangkan penyidik Kejaksaan meyakini kas daerah yang bobol sebesar Rp 10,8 miliar. Selain itu, Kejari Cilacap juga meminta bantuan BPKP RI untuk menghitung kerugian negara yang timbul.

Mantan Bupati Cilacap itu dijerat UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

 



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda