Sep
26
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim
Probo Dan Sayidi Akhirnya Ditahan
Oleh Wagino   
Senin, 28 Agustus 2017 16:51

CILACAP, (CIMED) - Setelah beberapa kali tertunda, akhirnya Kejaksaan Negeri Cilacap menahan dua tersangka kasus dugaan penyelewengan keuangan daerah Kabupaten Cilacap yang menyebabkan kas daerah bobol Rp 10,8 miliar, Senin (28/8/2017). Kedua tersangka adalah mantan Bupati Cilacap Porbo Yulastoro dan mantan Sekda Cilacap Sayidi. Mereka ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilacap.


Pantauan CILACAPMEDIA.com, setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih selama lima jam, Probo dan Sayidi keluar dari gedung Kejaksaan Negeri Cilacap sekitar pukul 14.49 WIB. Tampak sebuah mobil BMW warna hitam dengan Nopol R-7882-LB sudah menunggu di depan lobby Kejari Cilacap. Probo yang mengenakan baju warna biru garis dan celana jean biru keluar dari Kejaksaan lebih dulu dan langsung masuk ke dalam mobil yang dikendarai petugas Lapas Cilacap.

Tak lama kemudian disusul Sayidi keluar dari Kejaksaan menuju mobil yang sudah lebih dulu dinaiki Probo. Sayidi yang mengenakan baju batik duduk disebelah kanan belakang sopir. Selanjutnya mobil bergegas meninggalkan Kejaksaan dan menuju Lapas Cilacap. Pukul 14.50 WIB dengan pengawalan petugas Kejaksaan Negeri Cilacap kedua tersangka langsung masuk gerbang Lapas. Berbeda dengan Sayidi yang ditahan dengan didampingi pengacara, Probo tanpa pengacara.

Kepala Kejari Cilacap, Berdiaman Simalango didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus Bobi Haryanto mengatakan, penahanan terhadap kedua tersangka dilakukan atas pertimbangan menghilangkan barang bukti, melarikan diri dan mengulangi tindak pidana.

"Penahanan dilakukan hingga hingga 20 hari mendatang, terhitung mulai 28 Agustus sampai dengan 16 September 2017," kata Kajari usai menahan kedua mantan pejabat Cilacap, Senin (28/8/2017).

Selain itu, Kajari menegaskan, selama ini pihaknya sudah memberikan kelonggaran terhadap tersangka. Beberapa kali tersangka Probo menunda pemeriksaan dan janji akan mengembalikan uang kerugian negara. Namun hingga sekarang uang tak kunjung dikembalikan.

"Sudah beberapa kali kita berikan toleransi, empat kali janji mengembalikan uang kerugian negara. Namun yang bersangkutan ingkar janji sehingga Kejaksaan bersikap tegas," tegasnya.

Dikatakan, sebelum ditahan keduanya menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter Kejari Cilacap.   

"Keduanya dinyatakan sehat," katanya.

Kajari menambahkan, kedua tersangka dijerat UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Seperti dihetahui pada 19 Mei lalu, jaksa telah menetapkan Probo Yulastoro sebagai tersangka setelah alat bukti cukup serta serta beberapa kali dilakukan gelar perkara, penyidikan dan penyelidikan dengan memeriksa 18 saksi.

Berdasarkan temuan penyidik Probo terlibat dalam kasus penyelewengan pengelolaan keuangan daerah Cilacap yang menyebabkan kas daerah bolong sebesar Rp 10,8 miliar. Salah satu catatan penting dalam perkara ini adalah tidak adanya Surat Perintah Membayar (SPM) saat pencairan dana APBD. Penyidik menemukan peran dari tersangka yang ikut menandatanggani cek pencairan uang yang tidak sesuai dengan mekanisme.

Sebelum menetapkan tersangka, Kejari Cilacap telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan meminta laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Pasalnya sesuai temuan dari BPK kas bolong sebesar Rp 7,5 miliar, sedangkan penyidik Kejaksaan meyakini kas daerah yang bobol sebesar Rp 10,8 miliar. Selain itu, Kejari Cilacap juga meminta bantuan BPKP RI untuk menghitung kerugian negara yang timbul.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda