Nov
21
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Kades Cilongkrang Hadapi Vonis Hakim Hari Ini
Oleh Wagino   
Kamis, 26 Oktober 2017 13:34

CILACAP, (CIMED) – Kepala Desa Cilongkrang, Sodik, Kamis (26/10/2017) menghadapi vonis majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Sodik diadili atas dakwaan korupsi secara berlanjut atas pengelolaan dana desa setempat yang merugikan keuangan Negara Rp 244.922.500.


Terdakwa Sodik yang menjabat Kades Cilongkrang periode 2013 sampai 2019 itu sebelumnya dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Cilacap dengan pidana kurungan tiga tahun enam bulan dengan perintah tetap ditahan. Kades Cilongkrang non aktif itu juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 244.922.500 subsidair selama satu tahun kurungan. Ditambah membayar denda Rp 50.000.000 subsidair tiga bulan kurungan. Serta biaya membayar biaya perkara Rp 5.000.

Terdakwa melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dan ditambah oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Cilacap Bobi Haryanto mengatakan, sidang pembacaan tuntutan digelar di Pengadilan Tipikor Semarang pada 1 Oktober 2017 lalu. Sidang itu dengan majelis hakim diketuai Muhmmad Sainal dengan anggota Kalimatul Jumro dan Edy Sepjengkaria.

"Sidang dengan agenda putusan oleh majelis hakim atas nama terdakwa Sodik digelar Kamis (26/10/2017) besok," kata Bobi selaku JPU Kejari Cilacap, Rabu (25/10/2017).

Bobi mengungkapkan, dugaan korupsi terjadi atas penggelolaan APBD Desa Cilongkrang Tahun Anggaran 201 berdasarkan realisasi pendapatan sebesar Rp 937.410.000. Dana itu rinciannya bersumber atas pendapatan asli desa, pendapatan transfer, dana desa, bagian dari Hasil pajak dan retibusi daerah, Alokasi Dana Desa (ADD) dan bantuan-bantuan. Dalam pengelolaan oleh terdakwa tidak seluruhnya digunakan untuk kepentingan pembangunan desa melainkan untuk kepentingan pribadi.

“Selaku Kepala desa yang telah mempergunakan APBD Desa Cilongkrang tahun TA.2015 untuk kepentingan pribadi sebesar Rp 244.922.500,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, terdakwa telah merugikan keuangan negara Rp 244.922.500 sebagaimana Laporan Hasil Audit dalam rangka perhitungan Kerugian Negara oleh BPKP Perwakilan Semarang Nomor SR-366/PW11/5.1/2017 tanggal 26 Mei 2017.

 



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda