Nov
24
2020
Today
Cuaca Cilacap 01-09-2020

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Kenal Lewat FB, Anak SMP Digilir 5 Pemuda Pengangguran di Pinggiran Pantai
Oleh Wagino   
Rabu, 22 Juli 2020 13:57

CILACAP, (CIMED) - Kasus kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di Cilacap. Kali ini korbannya seorang gadis berusia 12 tahun yang duduk dibangku SMP. Korban disetubuhi bergantian oleh lima pemuda asal Desa Pekuncen Kecamatan Kroya . Sebelum digilir di pantai Indah Widarapayung, Desa Sidayu, Kecamatan Binangun, korban diberi minuman keras (miras) hingga tak sadarkan diri.


Para pelaku adalah Para pelaku adalah EBR (31), EP (25), M (26), AM (20) dan M (35). Kelimanya adalah warga Desa Pekuncen Kecamatan Kroya yang berprofesi sebagai buruh harian lepas dan pengangguran. Mereka diamankan Unit PPA Polres Cilacap dibantu Unit Reskrim Polsek Adipala.

"Unit PPA Satreskrim menerima laporan kasus pencabulan terhadap seorang anak perempuan dibawah umur. Kemudian melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap pelaku yang berjumlah lima orang," kata Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya, Rabu (22/7/2020).

Kapolres mengungkapkan, modusnya, salah satu tersangka mengajak korban yang dikenal melalui facebook. Ditengah perjalanan, tersangka memberikan minuman keras kepada korban.

"Para pelaku berniat mengerjai korban dengan memberi minuman keras. Setelah tak sadarkan diri selanjutnya korban disetubuhi secara bergilir di pantai," ungkapnya.

Disebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada akhir Juni 2020 lalu. Yakni Sabtu 27 Juni 2020 sekira pukul 23.00 WIB sampai dengan Minggu 28 Juni 2020 sekira pukul 01.00 WIB di pinggiran pantai Indah Widarapayung di Desa Sidayu Kecamatan Binangun. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh orang tua korban pada Senin 29 Juni 2020.

Sementara terhadap korban pencabulan, lanjut Kapolres, pihaknya bekerjasama dengan Dinas terkait untuk pendampingan dan pemulihan traumatik.

Untuk menghindari kasus serupa terulang, Kapolres menghimbau,kepada para orang tua agar mengawasi perilaku dan pergaulan putra-putrinya. Baik perilaku langsung maupun di dunia maya (medsos),

Kelima tersangka dijerat pasal 81,82 Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang RI No .1 Tahun 2016 tentang perubahan ke dua atas Undang-Undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.