Agu
14
2020
Today
Cuaca Cilacap 03-08-2020

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Kejari Cilacap Musnahkan Barang Bukti Ribuan Obat Daftar G dan Narkotika
Oleh Wagino   
Kamis, 30 Juli 2020 11:00

CILACAP, (CIMED) - Puluhan ribu obat daftar G, ganja, sabu dan beragam jamu ilegal barang bukti dari 44 perkara dimusnahkan Kejaksaan Negeri Cilacap, Kamis (23/7/2020). Jumlah sebanyak itu merupakan perkara yang telah berkekuatan hukum tetap selama periode 2018 hingga Juni 2020.

Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap, T. Tri Mulyanto mengatakan, penyalahgunaan dan peredaran narkotika, psikotropika dan jamu ilegal merupakan kejahatan yang terorganisir.

"Tentunya Kejari Cilacap berkomitmen harus segera diselesaikan sampai tuntas penanganan perkaranya berkaitan dengan narkotika,psikotropika," kata Kajari Cilacap, usai pemusnahan barang bukti narkoba di halaman Kejari Cilacap, Kamis (23/7/2020).

Kajari menyebut, berdasarkan data  penanganan perkara narkotika dan obat-obatan terlarang di Kejari Cilacap, ternyata pelakunya itu usia produktif antara 20 sampai 40 tahun. Artinya generasi usia muda dan kondisi ini mengkhawatirkan.

"Berdasarkan statistik kami, perkara narkotika banyak kejadian di Cilacap. Tentunya momentum ini kita gunakan sebagai sarana untuk evaluasi diri untuk menegakkan agar Cilacap pemudanya sehat terbebas dari narkoba," ungkapnya.

Sementara barang bukti dari 44 perkara yang dimusnahkan terdiri dari alprazola sebanyak 24 butir, Tramadol sebanyak 170 butir, Zipras sebanyak dua butir, pil kuning 2/756 butir, pil putih sebanyak 96 butir, Merlopam sebanyak 30 butir, Trihexpenidyl sebanyak 232 butir, Riklona sebanyak 34 butir, Hexymer sebanyak 2.471 butir, Dumolid sebanyak lima butir, dan Seldryl sebanyak 55.592 butir.

Menurutnya, kedepan pemusnahan barang bukti kasus narkoba itu tidak lagi menunggu kegiatan peringatan-peringatan. Begitu kasus narkoba itu diputus pengadilan dan memiliki kekuatan hukum tetap (Inkracht), bisa langsung dimusnahkan.

“Hal ini guna menghindari hilangnya barang bukti sebelum dimusnahkan, karena kami akan menerapkan pelayanan cepat. Dengan pelayanan cepat itu diharapkan Cilacap akan bebas dari kasus narkoba," tandasnya.

Sementara itu Kasintel Kejari Cilacap, Heri Sumantri menambahkan, selain itu pemusnahan barang bukti, rangkaian Hari Bakti Adhyaksa berupa kegiatan sosial. Diantaranya bedah rumah warga kurang mampu sebanyak lima unit di Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Utara dan Gunung Simping Kecamatan Cilacap Tengah.

“Juga memberikan bantuan sembako untuk warga kurang mampu, terkait dengan pandemi COVID-19 dan memberikan santunan kepada anak yatim,” pungkasnya.