Nov
21
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
210 Balita Menderita Gizi Buruk
Oleh Wagino   
Kamis, 19 Mei 2016 18:22

CILACAP, (CIMED) - Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap mencatat terdapat 210 anak dibawah lima tahun di wilayah itu menderita gizi buruk. Jumlah tersebut didapat selama digelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang dilaksanakan pada Maret 2016 lalu. Selanjutnya Dinkes melakukan verifikasi guna memastikan gizi buruk yang diderita anak.
"Kami akan segera melakukan verifikasi terhadap kasus gizi buruk. Ini dilakukan untuk mengidentifikasi mengenai faktor penyebab kurang gizi dan gizi buruk pada anak," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Marwoto, Kamis (19/5/2016).

Disebutkan, pada Maret 2016 Dinkes Cilacap mencatat terdapat 210 kasus gizi buruk. Data tersebut didapat selama digelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang dilaksanakan pada Maret 2016 lalu.

"Satu per satu anak penderita gizi buruk didatangi untuk diverifikasi, apakah laporan itu benar atau tidak. Bisa jadi nanti setelah dilakukan verifikasi jumlah kasus gizi buruk berkurang," terangnya.

Marwoto menerangkan, ada empat faktor penyebab anak kurang gizi atau gizi buruk. Yakni Pertama karena kondisi ekonomi keluarga kurangnya asupan gizi dari makanan.

"Yang kedua, kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pemberian gizi terhadap anak. Yang ketiga karena faktor penyakit yang disebabkan infeksi. Dan yang keempat  karena penyakit bawaan atau penyerta sejak lahir," terangnya.

Dari empat penyebab itu, yang paling sulit ditangani adalah faktor ke empat. Sedangkan untuk faktor pertama hingga ketiga bisa ditangani. Kondisi penderita gizi buruk yang disebabkan bukan karena penyakit penyerta maka bisa disembuhkan dalam jangka tiga bulan.

"Semua kasus gizi buruk nantinya ditangani sesuai dengan penyebabnya. Penanganan gizi buruk dilakukan melalui pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti bidan, polindes, puskemas kemudian dirujuk ke rumah sakit," tandasnya.

Marwoto menambahkan, pemantaua rutin dilakukan melalui Posyandu. Hal ini tentu dibutuhkan kesadaran tinggi dari warga masyarakat untuk berperilaku hidup sehat.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda