Agu
14
2020
Today
Cuaca Cilacap 03-08-2020

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Satu Dekade Purbalingga Kirim 1.358 Transmigran
Oleh Wagino   
Rabu, 16 Nopember 2011 18:02

PURBALINGGA, (CIMED) – Program transmigrasi masih diminati masyarakat Purbalingga, terutama masyarakat miskin di perdesaan. Hingga bulan ini, ada sebanyak 120 KK yang telah mendaftarkan diri sebagai transmigran dan telah terkirim 341 KK atau 1.358 jiwa selama 10 tahun terakhir.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Purbalingga Ngudiarto mengatakan pihaknya 16 Nopember 2011 ini melepas 15 KK dan 53 jiwa ke Desa Puncak Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo. Sebanyak 15 KK itu berasal dari Desa Karangjambe Kecamatan Padamara sebanyak 1 KK 3 Jiwa, Desa Sempor Lor Kecamatan Kaligondang sebanyak 1 KK 6 jiwa, Desa Makam Kecamatan Rembang sebanayk 12 KK 41 jiwa dan Desa Rabak Kecamatan kalimanah sebanyak 1 KK 5 jiwa.

“Jangan khawatir, saya sudah survei lokasi. Bukan di tengah hutan seperti dulu. Transportasi sudah ada, jalannya sudah aspal, ke ibukota kabupaten hanya 14 km, rumah sudah permanen type 36 di atas tanah 1000 m2, lahan usaha seluas 9.000 m2 dan 1 ha,” jelasnya di depan para calon transmigran di Aula Dinsosnakertrans Purbalingga, (16/11/2011).

Ngudiarto menambahkan, masing-masing kebun yang menjadi hak tiap KK berlimpahan pohon kelapa. Sehingga, kata dia, sangat beruntung bagi transmigran yang memiliki ketrampilan menderes nira untuk dijadikan gula kelapa.

Selain uang saku sebanyak Rp 500 ribu, Pemkab Purbalingga melalui Dinsosnakertrans juga memberikan fasilitas masing-masing KK dengan peralatan pertanian dan perlengkapan rumah tangga. Tak hanya itu, para transmigran juga akan mendapatkan berbagai jenis bibit tanaman seperti bibit padi, bibit jagung, bibit kedelai, kacang panjang serta cacao.

Ngudiarto menjelaskan, para transmigran dari Purbalingga akan transit 6 hari di Semarang untuk diberi berbagai ketrampilan agar mampu bertahan hidup (survive) di hunian yang baru. Pemberangkatan ke Gorontalo dari Surabaya baru akan dilakukan 24 Nopember mendatang.

Kepada para transmigran, Ngudiarto juga berpesan agar mereka harus menetapkan hati untuk berangkat. Bahkan Ngudiarto mempersilahkan bagi yang masih ragu-ragu untuk mengurungkan niatnya sebelum terlambat.

“Kalau ragu-ragu, lebih baik mundur dari sekarang saja. Daripada nanti berangkat, disana menyesal trus pulang, tanah dan rumah disana dijual,” jelasnya.

Ngudiarto meminta para transmigran menjaga nama baik Purbalingga dengan menjaga kata-kata dan perilaku sehingga mampu menyesuaikan dnegan penduduk setempat. Kalau bisa, kata dia, transmigran Purbalingga harus memberikan contoh bermasyarakat yang baik.