Okt
20
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Jelang Lebaran, Wartawan Mulai Beraksi
Oleh Wagino   
Jumat, 04 Juli 2014 14:41

PURBALINGGA, (CIMED) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, wartawan gadungan atau yang lebih dikenal dengan sebutan wartawan "Bodrex", kembali beraksi. Semua instansi baik pemerintah maupun swasta untuk lebih berhati-hati agar tidak menjadi korban.

 

 

“Baru saja ada camat melapor ke humas, didatangi wartawan dari media yang tidak jelas. Kalau  ujung-ujungnya minta ‘sangu’, abaikan saja,” jelas Kepala Bagian Humas Setda Purbalingga, Rusmo Purnomo, Kamis (3/7/2014).

Menurut Rusmo, hampir setiap tahun modus ini berulang. Terutama menjelang hari Raya Idul Fitri. Ada yang secara terang-terangan meminta uang, ada yang menawarkan iklan yang tidak tahu akan dimuat kapan dan apa medianya terbit atau tidak. Ada juga yang dengan cara mengancam akan membongkar suatu kasus untuk kemudian diwartakan di media massa dimana dia bekerja.

“Sepanjang kita tidak melakukan sebuah kesalahan, tidak perlu takut. Tapi kalau kita tak melakukan kesalahan, ternyata wartawan tersebut terus mengancam, membuat keamanan dan kenyamanan kita terusik, ya laporkan segera kepada kepolisian,” jelasnya.

Selain wartawan gadungan, kata Rusmo, ada juga yang mengaku dari LSM tertentu atau bahkan mengaku dari instansi pemerintah atau militer yang berada di provinsi atau pusat. Namun semuanya bermaksud sama, yaitu agar korban mengeluarkan uang untuknya.

“Belum lama, ada juga sebuah media di Semarang yang menyurati Bupati, akan memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota di Jawa tengah, tapi dengan syarat kabupaten/ kota itu mengirimkan sejumlah uang untuk pengganti hidangan. Ini aneh lagi, memberikan penghargaan kok malah minta uang,” jelasnya.

Pihaknya mengkonfirmasi hal ini kepada Biro Humas Setda Provinsi Jawa Tengah, dan ternyata dari Kepala Bagian Humas pada Biro Humas Setda Provinsi Jawa Tengah Drs Sinung Nugroho Rahmadi MM menyarankan agar mengabaikan surat tersebut. Apalagi media massa itu mengaku telah bekerja sama dengan Pemprov Jateng, padahal menurut dia, tak ada kerja sama apapun antara Pemprov Jateng dengan media tersebut.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Rusmo menyarankan jika ada seseorang yang mengaku wartawan dari media massa tertentu yang tidak dikenal, pihak instansi yang didatangi untuk melakukan konfirmasi ke Bagian Humas Setda Purbalingga. Tapi sepanjang yang bersangkutan tidak meminta uang baik terang-terangan ataupun terselubung, tak mengapa dilayani saja semampunya.

“Kami juga demikian. Kalau ada yang mencurigakan, kami pasti konfirmasi ke pihak terkait. Misal kedatangan tamu mengaku dari LSM provinsi, minta sejumlah uang, kami akan konfirmasi dengan Biro Humas Setda Provinsi Jawa Tengah,” tambahnya.

Rusmo menambahkan, pihaknya juga meminta bantuan kepada wartawan mitra Pemkab Purbalingga untuk pro aktif jika di lapangan terjadi hal semacam ini. Pihaknya juga akan melakukan konfirmasi dengan Forum Wartawan Purbalingga (FWP) segala hal terkait etika profesi kewartawanan.

“Sebaiknya hindari konfirmasi dengan nomor yang tercantum dalam kop surat tersebut karena kemungkinan sekali sudah dimanipulasi. Selain itu, jika ada surat dari pemerintah baik provinsi maupun pusat, juga harus konfirmasikan ke pemerintah provinsi atau pusat,” imbuhnya.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda