Okt
20
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Pedagang PIW Tolak Rencana Penertiban Warung
Oleh Wagino   
Minggu, 07 September 2014 18:25

BINANGUN, (CIMED) - Paguyuban Pedagang Pantai Indah Widarapayung (PIW), Desa Widarapayung Wetan, Kecamatan Binangun menolak rencana penertiban yang akan di lakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap. Mereka beralasan, sampai saat ini belum ada pertemuan dengan pihak Disparbud terkait dengan untuk membahas kesepakatan relokasi ataupun penataan warung milik pedagang.

 

Penolakan tersebut menyusul adanya surat pemberitahuan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap yang diterima para pedagan pada Jumat (5/9) lalu.

Surat yang ditandanangi Kepala Disparbud Cilacap, Indar Yuli Nyataningrum, S.Sos, MM itu berisi pemberitahuan penataan bangunan untuk pembangunan paving dan zona bebas kendaraan evakuasi dan pembangunan gazebo. Para pedagang di lokasi PIW diminta untuk segera membongkar warung ataupun kolam renang sebelum 8 September mendatang.

Pantauan Harmas, sejumlah material untuk penataan obyek wisata PIW dari pelaksana proyek telah berada di sekitar pantai. Didalam papan proyek tersebut, tertera nama pekerjaan dan harga borongan senilai Rp 174.600.000.

Bendahara Paguyuban Pedagang PIW, Tamyiz mengatakan, pada dasarnya para pedagang bersedia kawasan tersebut ditata dan dibangun. Namun, hal itu harus melalui musyawarah dengan para pedagang.

Menurutnya, sejak wacana tersebut bergulir di kalangan pedagang sejak sebelum Lebaran lalu, pihak Disparbud hanya beberapa kali mensosialisasikan rencana penataan kawasan tersebut.

"Sosialisasi yang ada belum membahas masalah teknis dengan detail ataupun kompensasi yang diterima para pedagang," ujarnya, kemarin.

Para pedagang menilai, Disparbud terburu buru dan terkesan memaksakan. Tak hanya itu, surat pemberitahuan yang mendadak tersebut juga terkesan mengabaikan keberadaan para pedagang yang telah beroperasi bertahun-tahun.

Apalagi, sambung dia, sebagian besar warung ataupun kolam renang yang ada dibangun secara swadaya dengan biaya yang tidak murah. Tamyiz mencontohkan bangunan berupa kolam renang dan kamar mandi umum pembangunannya menelan dana hingga Rp 50 juta lebih.

"Seharusnya datang dulu dan ditanya para pedagang kondisinya seperti apa, kemauanya bagaimana, dicari jalan tengahnya. Saya menyampaikan seperti ini atas nama 225 pedagang yang ada di kawasan PIW," pungkasnya.

Terkait hal itu, Kepala Disparbud Cilacap Indar Yuli Nyataningrum, S.Sos, MM yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya tidak bisa dihubungi.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda