Agu
18
2017
Today
Cuaca Cilacap 24-05-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Meski Diprotes Pedagang, Penataan Kawasan PIW Tetap Berjalan
Oleh Wagino   
Selasa, 09 September 2014 20:21

BINANGUN, (CIMED) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Cilacap memastikan untuk tetap akan menata kawasan obyek wisata Pantai Indah Widarapayung, di Desa Widarapayung Wetan, Kecamatan Binangun. Meski rencana tersebut menuai protes dari sejumlah pedagang yang ada di kawasan obyek wisata pantai itu.
Kepastian tersebut terungkap saat digelar pertemuan antara Disparbud Cilacap dengan para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban pedagang PIW di Balai Desa Widarapayung Wetan, Kecamatan Binangun, Senin (8/9). Disparbud mensosialisasikan rencana penataan dan pembangunan jangka panjang objek wisata PIW. Untuk tahap pertama, Disparbud berencana akan membangun pavingisasi sebagai jalur evakuasi serta membangun gazebo.

Sebanyak 19 warung yang berada di jalur evakuasi tersebut akan ditertibkan. Sempat terjadi perdebatan alot antara para pedagang dengan Disparbud. Pasalnya, para pedagang yang warung atau kiosnya berada di jalur yang akan dibangun, menolak untuk ditertibkan. Pedagang menginginknan kompensasi dan relokasi tempat berjualan.

Kepala Dinas Disparbud, Indar Yuli Nyataningrum mengatakan, pihaknya tidak mempunyai anggaran untuk memberikan kompensasi atas penertiban warung. Para pedagang nantinya akan direlokasi dari jalur yang akan dibangun.

Menurutnya, bangunan tersebut tidak berijin karena kepemilikan lahan merupakan kewenangan dari TNI AD. Status tanah di kawasan pantai yang merupakan milik dari TNI Angkatan Darat (AD) sebagai wilayah pertahanan, tidak bisa digunakan oleh siapapun tanpa persetujuan maupun penataan yang jelas.

Sementara,  sambung dia, telah terjadinya kesepakatan antara Kodam IV Diponegoro dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap. Kesepakatan itu menyatakan, pemkab Cilacap untuk menata dan mengelola kawasan wisata PIW.

"Kita tidak mempunyai anggaran untuk memberikan kompensasi. Sementara sebelumnya, para pedagang telah diberi kesempatan untuk menertibkan warung atau kios sebelum pelaksanaan pembangunan. Untuk relokasi tempat pengganti, rencananya para pedagang akan ditempatkan di gedung Koperasi yang berada di sekitar kawasan PIW," terangnya.

Mendengar penjelasan dari Disparbud, para pedagang mempersoalkan ganti rugi atau kompensasi. Sebagian pedagang menilai tempat relokasi untuk berdagang tidak strategis serta kondisi tempat berjualan yang berukuran kecil. Tidak hanya itu, penertiban awal 19 pedagang juga berpotensi menimbulkan kecemburan diantara pedagang yang tidak terkena penertiban.

Salah satu anggota BPD Desa Widarapayung Wetan yang juga mewakili aspirasi para pedagang, Willy meminta pihak Disparbud agar menentukan terlebih dahulu tempat relokasi yang layak sebelum pelaksanaan penertiban dan pembangunan dimulai.

"Sebaiknya tempat atau kavling untuk para pedagang ditentukan dulu, agar ada kepastian. Sebab, biaya yang dikeluarkan pedagang untuk membangun warung atau kiosnya tidak sedikit. Bahkan beberapa diantaranya masih menanggung hutang sebagai modal," ujarnya.

Ketua Widara Payung Selancar Club, Iqbal yang juga turut hadir dalam pertemuan itu tetap memprotes rencana Disparbud.  Ia menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap anggota WPSC yang selama ini andil dalam penyelamatan korban wisatawan tenggelam.

"Pembagian uang bayaran untuk para anggota WPSC selama lebaran lalu berasal dari warung dan penghasilan kolam renang. Bila itu dibongkar, maka anggota WPSC tidak lagi diperhatikan," katanya.

Kendati menuai protes, Kepala Disparbud menyatakan penataan tetap berjalan dan pihaknya akan berkoordinasi dengan para pedagang.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda