Agu
14
2020
Today
Cuaca Cilacap 03-08-2020

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Meski Miliki Kolam Baru, Pemandian Air Panas Cipari Kurang Diminati
Oleh Wagino   
Minggu, 05 Juli 2009 22:50

CIPARI, (Cimed) – Meski secara bertahap telah direnovasi dan ditambah fasilitas kolam renang, minat masyarakat terhadap pemandian air panas Cipari masih minim. Bahkan bisa dikatakan sepi pengunjung, padahal saat ini masa liburan sekolah.

Pantauan CilacapMedia.com, suasana di komplek pemandian air panas yang kini sudah berpagar tampak lengang. Sedang pintu masuk kolam renang tampak tertutup, namun terdengar suara anak-anak yang tengah bermain air. Ternyata benar, ada lima anak usia SD-SMP yang tengah berendam di kolam sambil esekali berenang.

Sepinya pengunjung selama libur sekolah diakui Budi Harjono, orang yang selama ini dipercaya menjaga tempat pemandian air panas dan curug Cipari.

“Memang selama libur sekolah sepi mas. Rata-rata mereka pada berlibur keluar kota. Kalau libur pendek sekitar semingguan malah mendingan,” kata Budi atau biasa dipanggil Gohang kepada CilacapMedia.com.

Kendati demikian, sejak adanya kolam baru yang dibuka sekitar empat bulan lalu jumlah pengunjung mengalami peningkatan sehingga berpengaruh pada pendapatan.

“Meski jumlahnya tidak signifikan, pendapatan uang tiket yang disetorkan sekarang bertambah,” paparnya.

Dia menjelaskan, sebelum adanya kolam renang, uang yang berhasil disetorkan dalam sebulan rata-rata Rp 150.000, sedang sejak adanya kolam meningkat rata-rata Rp 500.000 per bulan.

“Uang yang disetorkan sudah dikurangi biaya operasional seperti biaya listrik dan biaya lain,” jelasnya.

Terkait dengan perawatan kolam, dia mengatakan, setiap dua hari sekali harus menguras air dan mengisi kembali.

“Untuk mengisi kolam dengan lebar tiga meter dan panjang sembilan meter, kita menggunakan pompa air. Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi kolam paling tidak satu hari satu malam,” kata dia.

Disinggung adanya ketentuan tarif baru yang diberlakukan diseluruh obyek wisata yang ada di Kabupaten Cilacap, Gohang menyayangkan hal itu sebab jika tarif baru benar-benar diberlakukan di pemandian air panas ini justru bisa mengakibatkan pengunjung makin sepi.

“Orang yang tadinya penasaran ingin berkunjung, setelah tahu tiketnya dinaikan bisa-bisa mengurungkan niatnya. Apalagi kondisi tempatnya belum dibenahi secara maksimal,” tuturnya.

Seperti diketahui sejak awal tahun 2009, tiket masuk obyek wisata pemandian air panas Cipari naik dari Rp 1.500 per orang menjadi Rp 5.000 per orang. Tarif tersebut sama dengan tiket masuk ke obyek wisata Teluk Penyu.

Untuk menyiasati agar pengunjung tetap datang, ia tidak mengenakan tarif baru. Namun tetap lebih tinggi dari tarif lama.

“Kasihan kalau yang datang anak-anak sekolah. Mereka membawa uang saku pas-pasan. Jadi kadang-kadang satu tiket Rp 5.000 bisa untuk dua atau tiga anak,” katanya.

Dengan kondisi seperti sekarang ini, dia berharap pemerintah untuk lebih serius menggarap potensi wisata satu-satunya di Cipari itu agar bisa menyumbang PAD.

“Selain itu, kalau benar-benar ditangani serius, tempat ini akan menyerap banyak tenaga kerja,” pungkasnya.