Sep
28
2020
Today
Cuaca Cilacap 01-09-2020

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Golkar Tolak Balon Bupati Hanya Jadi Penumpang Sesaat
Oleh Wagino   
Minggu, 22 Mei 2016 21:19

CILACAP, (CIMED) - Golkar Cilacap tak mau, partainya hanya dijadikan kendaraan oleh bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati yang akan maju dalam Pilkada 2017 mendatang. Apalagi balon hanya jadi penumpang sesaat untuk meraih kekuasaan.


Hal itu disampaikan Ketua Desk Pilkada DPD Golkar Cilacap Parsiyan usai menggelar paparan visi dan misi balon bupati dan wakil bupati yang mendaftar melalui partai berlambang pohon beringin itu, Minggu (22/5/2016) sore.

Parsiyan mengatakan, tujuan pemaparan visi dan misi para balon yang bakal maju dalam Pilkada 2017 mendatang adalah menyamakan persepsi dalam rangka membesarkan partai agar supaya bisa ditangkap masyarakat. Baik tingkat popularitas, elektabilitas, kapabilitas maupun akuntabilitas selaras dengan doktrin visi misi dan platform partai Golkar.

"Sehingga nanti, siapapun yang akan mendapatkan rekomendasi itu searah senafas tujuan daripada partai Golkar. Karena partai Golkar punya tujuan akhir sampai tahun 2045 yaitu  menuju masyarakat yang sejahtera. Dan implementasinya mesti akan dibreakdown oleh visi misi mereka dalam bentuk RPJMD balon maupun RPJP pemerintah pusat," paparnya.

Menurutnya, Desk Pilkada memberikan aprisiasi kepada para balon atas pemikirannya untuk Kabupaten Cilacap yang telah dipaparkan dalam visi misi. Setelah ini, para kandidat turun ke lapangan dengan menggunakan bendera Golkar. Mereka, lanjut dia, bisa menyuarakan dan bisa menjadi magnet, sehingga rakyat menjadi cinta sama balon.

"Karena kita menyesuaikan, suara Golkar adalah suara rakyat. Sehingga banyak persoalan-persoalan yang ada di Kabupaten Cilacap yang ditangkap oleh balon. Mulai dari potensi, peluang maupun kekurangan, ini menjadi bahan balon. Ini dikaji untuk disampaikan kepada masyarakat," ujarnya.

Selain itu, dia melanjutkan, sekaligus bakal calon itu harus mendidik politik rakyat. Jangan sampai, balon itu hanya untuk meraih kekuasaan.

"Jadi harus betul-betul mempunyai jiwa dan semangat mendidik politik. Sehingga partai Golkar kembali besar seperti dulu," tandasnya.

Sejalan dengan balon turun ke lapangan, kata Parsiyan, Partai Golkar juga akan menurunkan tim survei yang akan menganalisa para balon. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana popularitas balon, sejauh mana elektabilitas bisa diterima, kapabilitasnya seperti apa. Kemudian bagaimana para balon sungguh-sungguh untuk mencalonkan diri apa tidak.

"Karena Golkar punya pengalaman. Jangan sampai, Golkar ini dijadikan kendaraan. Jangan balon hanya jadi penumpang sesaat. Padahal Golkar mengusung bupati ini harus dalam satu periode lima tahun. Sehingga Golkar sudah punya paltform dalam lima tahun ini targetnya seperti apa.

Parsiyan mengungkapkan, jangan sampai terjadi yang kedua kalinya. Bahwa yang diusung Golkar adalah pasangan, artinya antara Bupati dan Wakil Bupati harus satu misi, tidak boleh mempunyai pemikiran yang berbeda.

"Sehingga kita harus targetkan, mereka nanti kalau sudah menjadi pasangan visi misinya harus dibuat bersama. Tidak boleh sendiri-sendiri, kemudian dalam kerja tugasnya harus jelas," pungkasnya.