Okt
30
2020
Today
Cuaca Cilacap 01-09-2020

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim
Sudah 228 Napi Bandar Narkoba Dipindahkan Ke Nusakambangan Cetak
Oleh Wagino   
Sabtu, 18 Juli 2020 15:38

CILACAP, (CIMED) - Sebanyak 228 narapidana (napi) bandar narkoba asal sejumlah wilayah secara bertahap telah dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Super Maksimum dan Maksimum di Pulau Nusakambangan, Cilacap. Pemindahan tersebut dilakukan sebagai komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memberantas peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas dan Rutan.


Pemindahan terakhir dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2020) pagi terhadap 90 napi asal Lapas di Jawa Barat. Mereka berasal dari Lapas Kelas I Cirebon, Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Lapas Narkotika IIA Cirebon, Lapas Khusus IIA Gunung Sindur, Lapas Klas IIA Banceuy dan Lapas Kelas II Karawang.

Pantauan CILACAPMEDIA.com di Dermaga Wijayapura, Sabtu (18/7/2020) pagi, para terpidana bandar narkoba ini diangkut melalui jalur darat menggunakan tiga bus pariwisata dan satu unit bus transpas dengan pengawalan puluhan personel Brimob bersenjata lengkap. Rombongan pembawa napi tiba sekitar pukul 05.00 WIB.

Setelah menunggu beberapa saat, kemudian satu persatu napi turun dari bus dibawa menuju ke atas geladak kapal Pengayoman. Para napi turun dari bus dengan kondisi mata tertutup dan tangan dirantai bergandengan lima orang. Sebelum naik kapal, tubuh napi disemprot cairan desinfektan.

Sekitar pukul 06.30 WIB, kapal yang membawa napi bandar narkoba menyeberang menuju Dermaga Sodong, Pulau Nusakambangan. Dari Dermaga Sodong, para terpidana tersebut selanjutnya ditransfer ke dua Lapas berbeda yakni Lapas Khusus Kelas II A Karanganyar dan Lapas Kelas II A Narkotika.

Usai pemindahan tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Reynhard Silitonga kepada awak media di Dermaga Wijayapura, mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah memindahkan 228 orang napi bandar narkoba ke Nusakambangan.

"Pemindahan terakhir Jumat malam dan tiba Sabtu pagi sebanyak 90 orang bandar narkoba adalah dari Lapas di wilayah Jawa Barat," kata Dirjen PAS.

Rinciannya, bandar narkoba asal dari Lapas Kelas I Cirebon sebanyak 23 orang, Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur sebanyak 13 orang, Lapas Narkotika IIA Cirebon sebanyak 12 orang, Lapas Khusus IIA Gunung Sindur sebanyak 5 orang, Lapas Klas IIA Banceuy sebanyak 22 orang dan Lapas Kelas II Karawang sebanyak 15 orang.

"Dari total 90 orang bandar narkoba yang dipindahkan, 10 orang diantaranya dihukum seumur hidup dan lima orang hukuman mati. Termasuk napi bandar narkoba WNA. Dari 90 napi bandar tersebut, 53 diantaranya ditempatkan di Lapas Karanganyar dan selbihnya di Lapas Narkotika," rincinya.

Sedangkan sebelumnya, lanjut dia, telah dipindahkan 75 orang napi bandar narkoba sebagai tindak lanjut pemindahan sebelumnya. Jumlah sebanyak itu berasal dari Rutan Jakarta Pusat sebanyak 44 orang, Lapas Kelas I Cipinang sebanyak 12 orang, Lapas Narkotika Jakarta sebanyak 9 orang dan Rutan Cipinang sebanyak 10 orang. Ditambah napi asal Yogyakarta sebanyak 22 orang.

"Jadi total sampai dengan sekarang sebanyak 228 orang napi bandar narkoba, 75 orang asal Lapas di Jakarta, 90 orang asal Lapas di Jawa Barat, 22 orang asal Yogyakarta dan 41 orang pemindahan tahap pertama pada Juni lalu," ungkapnya.

Disebutkan, mereka yang dikirim ke Nusakambangan sebagian besar napi dengan hukuman mati dan seumur hidup dan selebihnya napi dengan hukuman 20 tahun kebawah. Meski hukuman 20 tahun kebawah, lanjut dia, mereka teridentifikasi sebagai pengendali narkoba.

"Pemindahan ini sebagai wujud dan komitmen tegas kami untuk memberantas narkotika dari bumi Indonesia, khususnya di Lapas dan Rutan," tandasnya.

Dirjen PAS menambahkan, saat pemindahan napi ke Nusakambangan tetap menerapkan protokol kesehatan. Baik saat dari Lapas asal sampai ke Nusakambangan.

Sementara berdasarkan Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) pada DitjenPAS Kanwil Jawa Tengah per tanggal 18 Juli 2020 tercatat jumlah napi dan tahanan penghuni Lapas di Nusakambangan sebanyak 2.109 orang. Jumlah sebanyak itu tersebar di delapan Lapas dengan kapasitas 2.077 napi.

Rinciannya, Lapas Kelas I Batu High Risk Narkotika kapasitas 96 terisi 96 napi, Lapas Kelas II A Besi kapasitas 365 terisi 382 napi, Lapas Kelas II A Kembangkuning kapasitas 275 terisi 395 napi. Berikutnya Lapas Kelas II A Pasir Putih  dengan kapasitas 124 baru terisi 69. Lapas Klas II A Permisan dengan kapasitas 221 terisi 467 napi, Lapas Narkotika Kelas II A dengan kapasitas 250 terisi 417 napi. Lapas Karanganyar dengan kapasitas 696 baru terisi 263 napi. Dan Lapas Terbuka Kelas II B dengan kapasitas 50 napi terisi 20 napi.