Nov
24
2020
Today
Cuaca Cilacap 01-09-2020

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim
Penumpukan Tongkang Batu Bara Di Teluk Penyu Rawan Pencurian
Oleh Wagino   
Jumat, 20 Maret 2009 11:36

CILACAP, (Cimed) – Hingga hari ini, Jum’at (20/3) belasan tongkang pengangkut batubara milik PLTU Cilacap masih memadati alur pelayaran di perairan Teluk Penyu. Kondisi menmpknya tongkang, selain mengganggu keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Cilacap juga rawan terhadap pencurian batubara.

Kepala Seksi Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kantor Administrator Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, Aher Priyatno mengatakan, antrean tongkang di outerbar (ambang batas luar alur pelabuhan Tanjung Intan di luar buoy di Teluk Penyu).

“Tongkang-tongkang tersebut telah mengganggu keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Cilacap,” kata Aher usai menghadiri pertemuan antara HNSI dengan pihak PLTU dan sejumlah pihak terkait seperti Adpel dan jajaran Muspida Cilacap.

Menurut dia, tak perlu diceritakan lagi, penumpukan tongkang pengangkut batu bara rawan terhadap pencurian (Baca : Pencuri Batu Bara Tewas Tenggelam Di Pelabuhan Tanjung Intan)

“Jauh sebelum pertemuan ini, pihaknya telah mengambil sikap dengan mengirimkan surat tertulis maupun lewat SMS (Short Message Service) kepada pihak PLTU dan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaannya,” ujarnya.

Terjadinya penumpukan tongkang, menurut Aher, pihak PLTU menghendaki semua batu bara dibongkar  di DUKS (dermaga untuk kepentingan sendiri) PLTU, jika masih menggunakan dermaga Tanjung Intan, costnya tinggi. Sebab PLTU harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengangkut batu bara dari Tajung Intan ke PLTU dengan menggunakan truk.

Disamping itu, lanjut dia, adanya keluhan dari warga Cilacap tentang kerusakan jalan yang timbul dari angkutan batu bara.

“Namun demikian pembongkaran melalui DUKS PLTU juga mengundang kerawanan lainnya,” katanya.

Menanggapi adanya keluhan dari warga nelayan terkait dengan penumpukan tongkang di perairan Cilacap, dia menegaskan, pihaknya akan mengambil sikap dengan mengirim surat tertulis kepada tiga pihak.

“Permasalahan nelayan akan kita sampaikan kepada pihak PT S2P, para pengirim dan pengangkut batu bara,” tegasnya.

Sementara itu, Manajer Teknik PLTU Cilacap Sutikno mengakui, PLTU yang dikelola oleh PT S2P sudah tidak mampu untuk membayar tarif bongkar batu bara melalui Tanjung Intan. Karena tarif bongkar di Tanjung Intan cost nya tinggi.


 

News Lainnya :