Nov
24
2020
Today
Cuaca Cilacap 01-09-2020

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim
Puting Beliung Terjang Kedungreja, Empat Rumah Roboh
Oleh Wagino   
Jumat, 27 Maret 2009 10:23

KEDUNGREJA, (Cimed) – Angin puting beliung menerjang tiga desa di Kecamatan Kedungreja, Rabu (25/3) sekitar pukul 17.30 WIB. Akibatnya empat rumah rata dengan tanah dan puluhan rumah lainya mengalami rusak berat dan ringan. Sebagian rumah rusak akibat atap genteng dan seng terbang tersapu angin dan tertimpa pohon. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa tersebut tepatnya menimpa Desa Bumireja, Tambaksari dan Kaliwungu. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap tercatat di Desa Bumireja RT 02 RW 11, RT 01 RW 12 dan RT 02 RW 12, dua rumah roboh, 10 rusak berat dan 21 rusak ringan.

Di Desa Tambakreja RT 01,02,03 RW 03, satu rumah roboh, empat rusak berat dan 20 rusak ringan, serta SMP Negeri 1 Kedungreja juga mengalami rusak ringan. Sedang di Desa Kaliwungu, angin kencang mengakibatkan satu rumah roboh, empat rusak berat dan 24 rusak ringan serta satu masjid dan mushola mengalami rusak ringan.

Mad Parun (51), warga Desa Bumireja RT 02 RW 11 yang rumahnya sebagian hancur akibat amukan angin mengatakan, angin tersebut datang disertai gerimis dan petir.

“Saya kaget mendengar suara gemuruh menyerupai pesawat terbang mau mendarat,” katanya saat membantu membersihkan rumah milik kakaknya yang hancur.

Dia menuturkan, saat kejadian berlangsung dia bersama istri dan ketiganya anaknya berada di rumah.

“Saya dengan anggota keluarga lain langsung ke ruang depan untuk menghindari kejatuhan genteng. Saya tidak berani keluar rumah,” tuturnya.

Menurutnya, gulungan angin berwarna putih berasal dari tengah sawah langsung menghantam pepohonan yang berada di sekitar rumahnya dan dua batang pohon kelapa menimpa bagian belakang rumahnya.

“Untung ada tumpukan karung padi digudang, jadi pohon kelapa sedikit tertahan. Kalau tidak rumah saya semuanya bisa hancur,” katanya

Sedang Tumijo (41) yang rumahnya selamat dari amukan angin mengatakan saat gemuruh angin datang ia bersama keluarganya berlari menuju ke teras agar terhindar dari atap yang roboh maupun genteng yang jatuh.

“Saya ngeri melihatnya, pohon bertumbangan menimpa rumah, atap beterbangan,” katanya saat turut membantu memotong batang kelapa yang menimpa rumah kakaknya Mad Parun.

Hingga Kamis (26/3) sore warga setempat masih bergotong royong membersihkan bangunan serta pohon tumbang di sekitar yang rusak akibat angin tersebut.

Mad Parun dan warga lain, berharap Pemerintah setempat segera memberikan bantuan untuk membangun rumah mereka yang rusak akibat terjangan angin putting beliung.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Cilacap, Dangir Mulyadi mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan pendataan kerugian warga akibat musibah tersebut.

“Kami masih melakukan pendataan, sehingga belum bisa memastikan berapa besarnya kerugian,” kata Dangir.

Dia menambahkan, pihaknya telah menyalurkan bantuan kepada korban berupa 500 kg beras, 20 dus mie instant dan satu dus sarden.

 

News Lainnya :