Agu
14
2020
Today
Cuaca Cilacap 03-08-2020

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim
Ratusan Umat Buddha Ikuti Detik-Detik Waisak Di Gunung Srandil
Oleh Wagino   
Sabtu, 09 Mei 2009 15:40

ADIPALA, (Cimed) – Ratusan umat Buddha dari berbagai daerah memadati Vihara Tri Ratna di komplek Padepokan Agung Mandala Giri Srandil, Desa Glempang Pasir untuk melakukan perayaan detik-detik Waisak 2553 BE, Sabtu (9/5). Perayaan dipimpin Bikhu Sangha Dharmo Tejo dari Padepokan Agung Sanghyang Jati, Gunung Selok.

Suasana komplek Padepokan Agung Mandala Giri tampak meriah lantaran atribut panca warna warna menghiasi setiap sudut. Sementara di altar tampak barang-barang persembahan yang terdiri dari lilin, air, dupa, bunga dan buah. Masing-masing persembahan memiliki makna berbeda. Lilin melambangkan penerangan, air melambangkan kesucian, dupa melambangkan harumnya kebaikan, bunga melambangkan ketidak kekalan, dan buah melambangkan buah karma.

Sedang tema perayaan Tri Suci Waisak 2553 BE adalah “Marilah kita kembali kepada penghormatan yang tulus kepada sang Guru Jagad”.  

Perayaan detik-detik Waisak diawali dengan penyalaan lilin panca warna dan dupa di altar Sang Buddha oleh Bikhu Sangha Dharmo Tedjo, dilanjutkan penyalaan dupa di altar yang berada diluar Vihara oleh panitia.

Usai penyalaan lilin dan dupa di altar dilanjutkan pembacaan doa dan pujian kepada Sang Buddha. Kemudian Bikhu Sangha Dharmo Tejo memimpin pemandian bayi Pangeran Sidharta Buddha Gautama diikuti seluruh umat yang diiringi doa dan pujian.

Ritual upacara ritual menyambut detik-detik Waisak juga ditandai pembukaan pratime Buddha yang berada di depan Vihara Tri Ratna, tepatnya dibawah pohon beringin yang ditanam sejak tahun 1976.

Pembukaan diawali dengan doa dan dilanjutkan penyalaan lilin panca warna oleh Bikhu Sangha Dharmo Tejo yang diikuti oleh perwakilan donatur dari berbagai daerah. Bahkan Raja Keraton Surakarta Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono XIII Tedjowulan juga mendapat kesempatan menyalakan lilin warna kuning.

Usai pembukaan pratime Buddha, menjelang detik-detik Waisak pada pukul 11.01.10 WIB, Bikhu Sangha Dharmo Tejo melakukan meditasi yang diikuti seluruh umat. Setelah mengikuti prosesi detik-detik Waisak, Bhiku memercikan air suci (air berkah) kepada umat.

 

News Lainnya :