Nov
18
2018
Today
Cuaca Cilacap 07-06-2018

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
MIMPI CILACAP 2020? Cetak
Rabu, 03 Maret 2010 14:47

PAGI itu jam menunjuk angka 10.00 WIB sekitar 5 hari setelah peringatan emas (50 th) Kemerdekaan RI. Udara sejuk di salah satu ruang konprensi (convention centre) Hotel Sahid Jaya di kawasan elit Jalan Sudirman Jakarta serta riuh tetabuhan jaipong calung Banyumasan (Jalungmas) menghangatkan suasana. Ratusan mata menyaksikan liuk penari jalungmas di pentas yang mewah.

 

Saat itu Pemkab Cilacap yang dipimpin langsung Bupati H Mohamad Supardi dan Ketua DPRD H. Amar Castian memang tengah punya hajat. "Gelar Cahaya Cilacap 2020". Sebuah gelaran "mimpi" barangkali kalau boleh disebut, karena tenggat waktunya cukup jauh 25 tahun lagi. Apa sebenarnya yang terjadi. Ya Pemkab Cilacap memaparkan visi misi serta wawasan Cilacap bercahaya kepada calon investor untuk ikut membanggun Cilacap hingga terwujud Cilacap Bercahaya Sejahtera di 2020.

Gelaran yang juga dihadiri Menparpostel Soesilo Soedarman (alm), Kadin Timur Tengah (Bp Muchrim Hakim/alm) serta anggota Kadin calon investor itu lebih tepat jika disebut "Investmen gathering". Sebab kearah itulah ditujukan acara itu. agar Cilacap diminati investor sebanyak banyaknya, dengan melihat  potensi yang ada seperti dipaparkan bupati. Kami jurnalis juga ikut diundang untuk hadir pada acara itu.

Kini 2010, atau 10 tahun lagi dari mimpi itu, atau mimpi telah berjalan 15 tahun, apakah sudah ada dampaknya? Yang kita rasakan tentu saja banyak dampaknya. Banyak pula yang tidak berhasil. Bandara Tunggul Wulung sudah beralih dari Bandara Khusus Pertamina menjadi bandara umum milik pemerintah. Pelabuhan Perikanan sudah terwujud, PLTU, indusri tepung terigu, gula rafinasi, selain yang sudah ada sebelumnya kilang minyak dan semen serta industri sandang.

Dalam perjalanan mimpi itu juga terjadi reformasi pada tahun 1998. Dampaknya adalah penguatan otonomi daerah dan pemilihan secara langsung baik untuk DPR, DPD, DPRD, Presiden/Wapres, Gubernur/Wagub, Bupati/wabub dan walikota/wawali.

Di Cilacap sejak 1995 atau masa berahir H Mohamad Supardi 1997, sudah terjadi estafet kepemimpinan dua kali. Pertama 1997-2002 (Bp Herry Tabri Karta), 2002-2007 ( Bp Probo Yulastoro-Thohirin Bachri), 2007-2012 ( Bp Probo Yulastoro-H Tatto Suwarto Pamuji).

Menurut pengamatan saya sebagai jurnalis, perkembangan Cilacap tidak banyak berubah secara fisik. Hanya ada polesan gerbang masuk kota Cilacap yang jauh lebih baik dibanding 15 tahun lalu. Proyeksi pembangunan jalan-jalan pedesaan memang sudah memadai dan hampir ke pelosok sudah beraspal . Namun jalan utama masih kurang baik untuk dilintasi kendaraan. Ini mungkin soal teknis semata dari yang ditanggung Pemkab dan oleh Pemprov atau oleh negara. Tetapi rakyat melihatnya jalan jelek adalah tanggungjawab Pemkab.

Selain itu, beberapa kota yang potensial untuk dikembangkan seperti Majenang, Sidareja dan Kroya masih belum maksimal ditangani. Lihat betapa menyedihkannya kota Sidareja. Trotoarnya sudah jadul, pasarnya masih kumuh, demikian juga Kroya, kondisi di depan Pasar yang kini sudah modern itu lalulintasnya belum bisa tertangani baik. Majenang sedikit sudah ditata. Pasar sudah dipindahkan, taman sudah dibuat, tapi melihat perkembangan kota yang semakin pesat dengan hadirnya toko swalayan, Majenang sebagai pusat pengembangan dibagian barat, sudah saatnya ditingkatkan lagi. Trotoarnya harus diganti total, dan dicari solusi jalan alternatif sehingga tidak semrawut seperti sekarang ini. Barangkali kota Sampang sebagai gerbang di timur utara kini malah semakin bergeliat dan bersolek.

Saya tidak akan bicara soal pengembangan ekonomi rakyat, juga sosial politiknya. Serta wacana pemekaran Kabupaten Cilacap Barat. Biarlah ini berjalan sesuai perkembangannya. Minimal dalam 10 tahun terakhir dari Mimpi Cilacap 2020, Cilacap segera berbenah, bersolek, manfaatkan anggaran yang ada dengan seoptimal mungkin. Kami rakyat Cilacap ingin melihat Cilacap yg Bercahaya, Cilacap yang sejahtera. Damai rakyatnya, damai pemimpinnya. amin.

Ditulis oleh Yoes Sachri

Penulis adalah warga asli Madusari, Wanareja yang juga mantan juranlis Harian Bernas.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Comments 

 
0 #4 upayakan yang mensejahterakanFrankulman 2010-03-21 12:53
Untuk Yth. Pak Tatto Pamuji

Semoga tidak latah sekedar cari Adipura memperindah Cilacap dengan kebersihan dan bercocok tanam di trotoar.
April akan uji coba PASAR SENGGOL dijalan S Parman juga harus bisa diupayakan yang terbaik, jangan sampai merugikan pengguna jalan dan pedagang yang terlibat harus dapat jaminan yang jelas sehingga tidak hanya sekejap dan kemudian digusur sebagai PKL bermasalah.
Cilacap penduduknya banyak yang masih butuh sarana kesehatan dan pendidikan yang layak dan baik, coba diupayakan tanpa ada korupsi
Quote
 
 
0 #3 Wacana Perkembangan Jaman dan Silih Berganti 2010-03-19 11:06
Wacana Perkembangan Jaman dan Silih Berganti

Semenjak saya lahir yang saya mengerti dan mengalami berepa tentang Bupati Cilacap adalah (Bp) Pujono Pronoto setelah habis jabatan jadi Bupati Cilacap beliau di angkat menjadi Gubernur Lampung

(Bp) Mohammad Supardi (Bp) Herry Tabri Karta (Bp) Probo Yulastoro dan Sekarang (Bp)Tatto Suwarto Pamuji.

Sebetulnya sudah ada perubahan mungkin belum mencukupi.

Cilacap adalah daerah pontensial dan strategis karena membawa harus jalan lintas yang memadai dan cukup akurat baik dalam keamanan maupun wilayah.

Cilacap cukup bagus sumber daya alam dan pendapatannya ada Pertamina, Pelabuhan Tanjung Intan (TPI)Tempat Pelelangan Ikan, Lapangan Terbang Tunggul Wulung, Lapangan Golf, Pabrik Semen Nusantara (Yang saya tau dulu), PLTU dll.

Kalau dibandingkan dengan daerah-daerah lainya cuman belum saja dalam penepatan untuk mendatangkan Investors atau masih kurang banyak mungkin semua itu tunggu waktu yang tepat dan tangkas - Step by step dan silih berganti.

Tulisan ini adalah untuk "Sharing" atau saling membagi pengalaman


Hormat Saya,

Margono W.
Quote
 
 
0 #2 Mimpi ya tetap "Mimpi"Frankulman 2010-03-14 20:27
Kalau para pemimpin pemerintahan hanya memikirkan kepentingan pribadi dan golongan ya angel
Apalagi yang dipikir hanya bisnis dan peluang dapat bisnisan
Kadang tindakan seseorang jadi tega dan mau menghalalkan cara, contoh, apa yang terjadi pada Pak Budi Gagak ?
Karena ingin jadi Bupati tapi kurang dukungan bukan cuma terjegal tapi juga dizalimi
Quote
 
 
+2 #1 Wacana Penolakan Pemekaran Kabupaten Cilacap 2010-03-07 13:59
Wacana Penolakan Pemekaran Kabupaten Cilacap

Dengan Hormat
Dengan Surat ini saya sebagai masyarkat Cilacap yang di lahirkan di Ciklapa Sidareja dan di besarkan di Sitinggil dan beristeri seorang Mujur Kroya, Cilacap, dan sekarang sedang merantau di Los Angeles, California. USA

Saya telah menyatakan dan menimbang-nimbang bahwa berita yang dimuat di Suara Merdeka beberapa minggu yang lalu

Tentang pemekaran wilayah kabupaten Cilacap untuk di bagi dua dengan Cilacap Barat saya sepakat tidak setuju.

Mengapa saya menyatakan sepakat tidak setuju, kalau dibuat atau dibentuk
kabupaten sendiri harus dipikirkan mateng-mateng dan untung ruginya, kalau melihat Cilacap dibagi dua sebagai contoh perbatasan Bantarsari-Kawunganten atau Sidareja-Gandrungmangu, lalu Cilacap Timur akan mengurusi apa ?

Kerena tidak menyakup luas nya pemerintahan, dan mengenai Cilacap Barat kalau dibentuk kabupaten sendiri hasil resourcing nya atau pendapatanya nya dari mana ?
Anggaran Pendapatan dan Pembangunan Daerah (APPD) juga dari mana.

Apakah aparat dan staff bupati dan anggota DPRD harus tidak digaji, maka perlu di perhitungkan mateng-mateng karena itu membutuhkan budget.

Kalau cuman berhalasan tidak meratanya pembangunan wilayah daerah Cilacap Barat itu memang benar tetapi itu ada kesalahan pemerintah Cilacap Pusat sendiri yang kurang memperhatikan.

Namun saya berharap pada pemerintahan yang baru bisa dan mengerti untuk memekirkan dari bagian tersebut.


Hormat saya,

Margono Wiryadimejo
Quote
 

Posting komentar anda