Des
15
2019
Today
Cuaca Cilacap 09-08-2019

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Potensi Perikanan di Kabupaten Cilacap Melimpah Cetak
Rabu, 13 Nopember 2019 10:55

Ciilacap merupakan kabupaten di provinsi Jawa Tengah dengan luas wilayahnya sekitar 6,2% dari total wilayah Jawa Tengah. Di pesisir Selatan Jawa Tengah, Cilacap merupakan raksasa tidur perikanan. Kabupaten ini menghadap langsung Samudera Hindia dan merupakan pelabuhan barang satu-satunya di pesisir Selatan Pulau Jawa. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk dapat menjadi ladang mensejahterakan masyarakat lokal..

 

Tidak berlebihan apabila Cilacap dijuluki sebagai ‘Kota Bahari’ mengingat letaknya yang berada di pesisir pantai Selatan Pulau Jawa. Sejalan dengan predikat tersebut, banyak kegiatan produksi dan ekonomi masyarakat yang bergantung pada laut. Banyak potensi perikanan yang bisa dieksplor di Kabupeten Cilacap. Potensi perikanan khususnya ikan tuna (Thunnus sp), yang memiliki nilai ekonomi tertinggi di dunia sangat luar biasa di perairan Samudera Hindia, dan Kabupaten Cilacap memiliki geografis tersebut.

Sektor perikanan di Kabupaten Cilacap terdiri dari perikanan air tawar, air payau, dan perikanan air laut. Produksi yang memberikan sumbangsih terbesar adalah perikanan air laut karena tidak kita pungkiri bahwa cakupan wilayahnya pun menjadi yang terbesar. Produksi perikanan air laut pada tahun 2015 mencapai 14.371 ton, air tawar sebesar 5.750 ton, dan air payau sebesar 1.596. Hal ini menunjukan bahwa potensi produksi perikanan air laut tidak main-main.

Banyaknya produksi perikanan air laut didukung dengan banyaknya fasilitas pelabuhan atau tempat pelelangan ikan yang ada di Kabupaten Cilacap. Sarana prasarana tersebut adalah Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap (PPSC) sebanyak 1 unit, Dermaga Tambatan  Labuh  sebanyak  7 unit,  Perbengkelan  Mesin  Kapal  sebanyak 4 unit,  Tempat  Pelelangan  Ikan(TPI)  sebanyak  11  unit,  Depot  BBM sebanyak 4 unit, galangan kapal sebanyak 4 unit, dan pabrik es sebanyak 5 unit.

Jika dilihat dari sisi ketenagakerjaan, pada tahun 2015 terdapat 13.511  orang yang berprofesi sebagai nelayan. Namun jumlah ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan sektor lainnya. Nelayan menjadi peringkat ke lima dari enam profesi yang ada di Kabupaten Cilacap. Profesi terbanyak masih dipegang oleh buruh tani sebanyak 265.673 orang, yang kedua oleh buruh bangunan sebanyak 51.767 orang, peringkat ketiga oleh buruh industri sebanyak 41.623 orang, lalu diikuti di peringkat keempat oleh PNS, TNI, POLRI sebanyak 28.815, dan peringkat terakhir adalah pensiunan dengan 10.813 orang. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor perikanan yang diwakili oleh nelayan belum menjadi profesi utama dan menarik di Kabupaten Cilacap.

Salah satu penyebab nelayan belum bisa menjadi profesi unggulan adalah penghasilan nelayan yang tidak menentu. Dalam kondisi tangkapan melimpah, nelayan bisa mendapat jutaan rupiah sekali melaut. Namun, saat paceklik, nelayan bisa pulang tanpa hasil. Akibat ketidakstabilan penghasilan tersebut, pekerjaan sebagai nelayan kini semakin ditinggalkan generasi muda. Para pemuda dari kampung nelayan memilih merantau ke luar negeri sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) nelayan atau merantau ke Jakarta dan bekerja di kapal besar.

Potensi sektor perikanan yang besar di Kabupaten Cilacap juga bisa kita lihat dari kontribusi perikanan di PDRB Kabupaten Cilacap tahun 2015. Dari data Distribusi PDRB Kabupaten Cilacap Atas Dasar Harga Berlaku (Tanpa Migas) Menurut Lapangan Usaha Tahun 2010-2018 (%), sektor Pertanian. Kehutanan dan Perikanan ada di peringkat kedua dengan 16,92%. Sedangkan untuk peringkat pertama dipegang oleh sektor Industri Pengolahan atau Manufacturing sebesar 32,39%. Diperingkat ketiga ada sektor konstruksi lalu ada sektor pertambangan dan penggalian diperingkat keempat, lalu diikuti oleh trnasportasi, jasa pendidikan, dan seterusnya. Sektor perikanan masih tertinggal dengan sektor industri pengolahan yang sedang giat-giatnya melakukan pengembangan di Kabupaten Cilacap. Hal ini salah satunya disebabkan oleh investasi yang masih belum sesuai harapan di sektor perikanan. Diperlukan strategi yang berbeda untuk menangani masalah minimnya investasi bidang perikanan di Kabupaten Cilacap.

Alasan mengapa sektor perikanan harus diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Cilacap adalah sektor perikanan menjadi sektor penyumbang komoditi ekspor terbanyak di Kabupaten Cilacap. Sembilan dari dua puluh komoditi ekspor berasal dari sektor perikanan, hampir setengah komoditi ekspor di miliki oleh berbagai jenis ikan dan udang dari perikanan. Ikan tuna beku menjadi komoditi ekspor sektor perikanan dengan nilai ekspor terbesar yaitu 9427871,44 USD. Nomor tiga dari semua komoditi yang ada setelah forklift dan kayu olahan. Ikan tuna memang memiliki nilai ekonomi tertinggi di dunia sangat luar biasa di perairan Samudera Hindia, hal ini harus sangat dimanfaatkan oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Cilacap untuk bisa meningkatkan potensi perikanan yang sudah dimiliki. Perkembangan dan perbaikan harus terus dijalankan agar Kabupaten Cilacap bisa menjadi raksasa perikanan baik di Jawa Tengah maupun seluruh Indonesia bahkan dunia.

Ditulis oleh Amalia Restu Damayanti
Penulis adalah Mahasiswa Politeknik Statistika STIS, NIM 211709537, Kelas 3SE4




Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda