Jul
23
2014
Today

Cuaca Cilacap 21-7-2014

Hujan
Suhu : 24-310C
Angin : 5-27 km/jam
Cuaca Maritim KLIK Disini

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Perolehan Suara Pemilu Legislatif 2004, Ternyata Caleg Kita Nggak Populer Cetak E-mail
Selasa, 19 Agustus 2008 21:12

Sebelum penutupan pendaftaran caleg 2009, penulis mencoba membuka kembali catatan Perolehan Suara Caleg Pada Pemilu Legislatif 2004. Setelah iseng utak-atik angka dengan caleg yang ada ternyata hasilnya sungguh mencengangkan. Pasalnya ternyata "caleg kita nggak populer" dan nggak dapat dukungan maksimal dari pemilih. Hal ini membuktikan bahwa legitimasinya kurang maksimal...? Bahkan bisa dibilang masih diragukan?

Lihat saja dari sekian banyak Calon Anggota DPRD Kabupaten Cilacap Tahun 2004. Jangankan ada yang mendapatkan dukungan sesuai jumlah Bilangan Pembagi Pemilih (BPP), yang bisa memperoleh dukungan lebih dari 30% BPP saja hanya 13 orang. Ironisnya tiga diantaranya justru tidak terpilih sebagai anggota DPRD karena ditempatkan di nomor buntut (lihat tabel 1).

Lebih mengenaskan lagi, dari 45 orang caleg terpilih, ternyata masing-masing di internal partainya juga kurang populer, pasalnya perolehannya rangking pada urutan bontot (terakhir, red). Namun karena nomernya bagus, sehingga bisa terpilih (lihat tabel 2).

Sebagaimana kita ketahui bersama, PEMILU 5 April 2004 menampilkan wajah yang berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya. Pemilu tersebut menggunakan sistem proporsional daftar terbuka. Artinya jumlah kursi sebanding dengan jumlah suara yang diperoleh masing-masing partai, sedangkan nama-nama calon legislatif (caleg) langsung tertera pada kertas suara. Secara konseptual, sistem macam ini menjanjikan suatu bentuk pemilu yang bersifat demokratis dan mampu menampung aspirasi masyarakat. Alasannya, dengan memilih langsung, masyarakat pemilu tentu lebih selektif menentukan wakil-wakilnya yang akan duduk di DPRD Kabupaten, DPRD Propinsi, DPR Pusat, dan DPD. Rakyat tidak memilih “kucing dalam karung” tetapi figur-figur yang dikenalnya dengan baik.

Pilihan masyarakat mesti berangkat dari suatu pertimbangan matang dan pengetahuan yang memadai tentang kualitas dan kapabilitas caleg. Pada pundak merekalah nantinya harapan masyarakat dipikul untuk direalisasikan. Apalagi caleg-caleg yang dipilih berasal dari daerah pemilihan itu sendiri sehingga pengenalan masyarakat akan kepribadian sang caleg lebih terjamin. Selain itu, caleg bersangkutan juga mengenal dengan baik apa yang menjadi kondisi riil masyarakatnya. Caleg yang terpilih diharapkan mampu menyalurkan aspirasi masyarakat berkat pemahaman dan kedekatannya dengan situasi riil masyarakat. Hal ini sangat bermanfaat demi lebih aktif dan efisiennya aspirasi serta partisipasi politik masyarakat. Suara masyarakat terakomodasi dengan baik melalui wakil-wakilnya di DPR dan DPD yang mempunyai keterikatan obyektif dengan rakyat yang mereka wakili.

Nah Pemilu 2009 sudah didepan mata. Bagaimana nasib para caleg pada Pemilu 2009 mendatang ditengah makin menipisnya kepercayaan rakyat terhadap politisi ditambah makin tingginya trend Golput? Akankah mereka bernasib baik meski tidak populer? Ayo kita tunggu!

Tabel 1

 

DAFTAR CALON ANGGOTA DPRD KABUPATEN CILACAP

PERIODE 2004 – 2009 YANG MEMPEROLEH SUARA

TIGAPULUH PERSEN BILANGAN PEMBAGI PEMILIH

BERDASAR PEROLEHAN SUARA PADA PEMILU 2004

DI KABUPATEN CILACAP

No

DP

SUARA SAH

JUML

KURSI

BPP

30%

BPP

NAMA CALON

PARPOL ASAL

KET

1

CILACAP I

157.296

8

19.662

5.898

TULUS ADI*

SOLICHUN HA.*

PDIP

PDIP

10.596

7.808


CILACAP II

130.299

7

18.614

5.584

MIFTAHUDIN*

Ir. SUKAEDI

PKB

PDIP

5.933

9.231


CILACAP III

127.318

6

21.219

6.365

GUNTUR SUCIPTO

PDIP

8.781


CILACAP IV

158.637

8

19.829

5.948

SUNJOTO HS

H. SUDARNO, SH

MUJIONO, S.Pd.

PDIP

GOLKAR

GOLKAR

6.803

6.188

6.766


CILACAP V

119.572

6

19.928

5.978

Ir. Y PARSIYAN

GOLKAR

8.572


CILACAP VI

198.819

10

19.881

5.964

TONI OSMON

SUGENG RIYADI

Drs. HOLIL SILIKHIN

Drs. H. SUPARNO

PDIP

GOLKAR

GOLKAR

GOLKAR

9.976

6.404

6.574

9.965

Keterangan :

*. TIDAK TERPILIH SEBAGAI ANGGOTA DPRD CILACAP PERIODE 2004 – 2009.

Tabel 2

PEROLEHAN SUARA CALON TERPILIH

ANGGOTA DPRD KABUPATEN CILACAP PERIODE 2004 – 2009

PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2004

DI KABUPATEN CILACAP

No

DP

PARPOL

NAMA CALON

PEROLEHAN

KET

1.

CILACAP I

PPP

SAMIRIN

1.168

TERTINGGI

2.


PNBKI

SUBAGYO, SH

2.624

TERTINGGI

3.


PAN

M. HANAFI

3.144

TERTINGGI

4.


PKB

MASHUR MASRURI

1.820

RANGKING 3

5.


PDIP

SUTARTO

2.069

RANGKING 6

6.


PDIP

SUWARSONO, MM.

1.897

RANGKING 7

7.


PDIP

INDRO SUNARNO

2.078

RANGKING 5

8.


GOLKAR

H. SUPRAPTO

1.801

RANGKING 2

9.

CILACAP II

PAN

H. SADAR MACHSUS

953

RANGKING 2

10.


PKPB

SITI HALIMAH

1.632

RANGKING 1

11.


PKB

H. SYAMSUL HIDAYAT

4661

RANGKING 2

12.


PDIP

SRI SUDROWERTI

3.988

RANGKING 3

13.


PDIP

WASMAN

4.787

RANGKING 2

14.


PDIP

Ir. SUKAEDI

9.237

RANGKING 1

15.


GOLKAR

SRI INDIATUN SUKARDI

4.759

RANGKING 1

16.

CILACAP III

DEMOKRAT

UNTUNG BASUKI

3.111

RANGKING 1

17.


PAN

RASMAN

1.534

RANGKING 3

18.


PKS

ARWANI AMIN

3.419

RANGKING 1

19.


PDIP

RUSTI, Amd.

4.282

RANGKING 3

20.


PDIP

GUNTUR SUCIPTO

8.781

RANGKING 1

21.


GOLKAR

PAIMAN

2.562

RANGKING 3

22.

CILACAP IV

PPP

NGADIMUN HUDA

2.406

RANGKING 3

23.


PAN

A ANG HARTADI

1.129

RANGKING 2

24.


PKB

Drs. IBRAHIM

2.750

RANGKING 1

25.


PDIP

HARYANTO

2.317

RANGKING 5

26.


PDIP

SRI BINTORO AJI

1.571

RANGKING 7

27.


PDIP

ENDANG SUGIARTI

4.208

RANGKING 4

28.


GOLKAR

H. SUDARNO

6.188

RANGKING 2

29.


GOLKAR

MUJIONO, S.Pd.

6.766

RANGKING 1

30.

CILACAP V

PPP

TAUFIK URROHMAN H

2.069

RANGKING 2

31.


PKB

A. MUSLIKHIN

3.728

RANGKING 1

32.


PDIP

YATI MARINI

2.701

RANGKING 2

33.


PDIP

YUSWANTO

2.483

RANGKING 3

34.


GOLKAR

H. AMSYAH

1.253

RANGKING 5

35.


GOLKAR

Ir. Y. PARSIYAN

8.572

RANGKING 1

36.

CILACAP VI

PPP

HARTINAH, BA.

1.098

RANGKING 4

37.


PAN

KAMALUDIN

1.715

RANGKING 2

38.


PKB

MOCHAMAD MURTADLO

1.738

RANGKING 3

39.


PDIP

H. FRAN LUKMAN

3.478

RANGKING 3

40.


PDIP

KUSTIWA, Bsc.

2.447

RANGKING 6

41.


PDIP

TONI OSMON

9.970

RANGKING 1

42.


GOLKAR

Drs. TOTO YULI SANTOSO

3.132

RANGKING 5

43.


GOLKAR

SUGENG HARYADI

6.404

RANGKING 3

44.


GOLKAR

Drs. HOLIL SOLIKHIN

6.574

RANGKING 2

45.


GOLKAR

Drs. H. SUPARNO

9.965

RANGKING 1

 

Ditulis oleh Muhammad Taufick Hidayatulloh

Penulis adalah Ketua KPU Kabupaten Cilacap



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Comments 

 
0 #3 antara Kewajiban Memilih Pemimpin dan Golput 2008-09-21 20:25
Pertama : Bahwa sebagai insan yang beagama (islam) kita tahu bahwa memilih pemimpin adalah wajib a\\\'in (individu), begitu pula kewajiban kita untuk memilih pemimpin baik untuk negara maupun untuk agama.

Kedua : Bahwa mekanisme di negara kita dalam menentukan pemimpin/wakil rakyat harus melalui model trias politica artinya PEMILU.

Ketiga : Dalam konteks tersebut diatas, maka mengikuti dan partisipasi dalam PEMILU adalah HUKUMnya WAJIB sebagai insan yang beriman.

Keempat : dalam PEMILU 2009 ada banyak pilihan untuk memudahkan keleluasan IJTIHAD kita dalam mewujudkan seorang pemimpin dan wakil kita.
=====****====

Tetapi pertanyaannya kemudian adalah :
1. Bagaimana jika kita sebagai pemilih (warga) yang dengan sekian analisa dan kemampuan kita untuk menganalisis dan ternyata kita hari ini sudah bisa memprediksi dan tahu bahwa siapapun dan dari partai manapun pada akhirnya akan menghianati rakyat (pemilih)... lalu pertanyaannya, apakah menjadi gugur kewajiabn kita untuk memilih?

2. Setelah kita memilih dan mereka kemudian menjadi pemimpin, lalu mereka dengan segenap KEKUASAAN-nya atas nama RAKYAT (yang memilihnya) melakukan KEDZALIMAN dan KELALIMAN serta melakukan tindak kejahatan (KORUPSI KOLUSI DAN NEPOTISME) yang jelas-jelas dilarang AGAMA. lalu pertanyaanya apakah masih wajibkah kita memilih dan partisipasi dalam PEMILU...

3. Dalam Konteks Fiqih dan Ushul Fikh (Agama Islam) Sudah jelas bahwa kita menjadi Tidak Wajib dan Bahwa HARAM memilih dalam PEMILU 2009.

Terima Kasih.
(+6285647733122)
Quote
 
 
0 #2 pemilu 2008-08-25 03:59
Urun rembuk, urun obok obok, kaya aspal bae lah. Karena namanya politik penuh dengan kebusukan apalagi para politisi Cilacap, karena nggak bisa mengarahkan apa yang menjadi cita-cita masyarakat Cilacap, memberdayakan rakyatnya supaya lebih giat membangun derahnya.

Karena akhir-akhir ini pemerintah daerah lebih mengarahkan gaya hidup yang materialis yang membuat rakyat sengsara dengan menaikan pajak maka dari itu apabila tidak ada realisasinya pembangunan daerah maka saya siap meng obok pemerintahan melalui gerakan golput aja lah.

Mari kita lihat karena mereka menjadi anggota dewan untuk memperkaya diri karena mereka sebelum menjadi anggota dewan juga nyogok karo duit. Duit sogokane ulih meres karo rakyate. Mending golput bae lah dadi anggota DPR kue tujuane nek mung arep nyengsarakaken rakyate mending kon angon bebek baelah! Kan dadi rega endok murah...nyerdasaken rakyate ya mbok jelas ora adol abab lah
Quote
 
 
0 #1 PEMILU 2008-08-21 18:30
Saya menilai sebagian besar anggota DPRD Cilacap tidak mempunyai legistimasi yang memadai alias nol semua otaknya term[censored]k ketuanya, mereka jadi anggota dewan karena faktor keberuntungan aja, bukan karena kecakapan dan kepandaian, buktinya mereka banyak yang mengikuti kuliah pada waktu sudah menjadi anggota dewan dan ijazahnya juga perlu dipertanyakan..mereka hanya sarjana karbitan semua. Disamping itu bukti nyata yang mereka janjikan pada waktu kampanye hanya omong kosong..semua anggota dewan Cilacap Politisi Busuk, gak tau politik tapi sok tau..mereka hanya kebetulan aja jadi anggota dewan..sudah duduk di kursi bagi-bagi duit lupa sama wong kere..anggota dewan ga tau malu pake baju safari tapi sebenarnya otaknya NOL..
Quote
 

Posting komentar anda