Okt
20
2020
Today
Cuaca Cilacap 01-09-2020

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Pembayaran Biaya Perkara Di Pengadilan Agama Cilacap Melalui Bank
Oleh Wagino   
Rabu, 04 Juni 2008 21:57

CILACAP - Untuk menghindari adanya kontak langsung antara petugas keuangan di pengadilan dengan pencari keadilan dan perwujudan keterbukaan dan akuntabilitas penyelenggaraan peradilan, terhitung sejak awal Mei 2008 Pengadilan Agama Cilacap menerapkan pembayaran panjar biaya perkara melalui bank.

Humas Pengadilan Agama Cilacap, Anwar Faozi, menjelaskan, prosedur tersebut menindaklanjuti permintaan dari Ketua Mahkamah Agung, Bagir Manan, saat Rakernas di Makassar September 2007 lalu, sudah saatnya pembayaran biaya perkara melalui bank.

“Sebetulnya prosedur pembayaran panjar biaya perkara melalui bank hingga saat ini belum ada juklak dan juknisnya bagaimana menerapkannya, namun Pengadilan Cilacap melakukan terobosan sesuai dengan ketentuan dalam BINDALMIN,” kata Anwar kepada CilacapMedia.com, Rabu (4/6).

Agar pencari keadilan tidak mengalami kesulitan dalam pembayaran panjar biaya perkara, lanjut Anwar, pihak PA membuat kesepahaman dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk membuka “counter” Kantor Kas di lingkungan Pengadilan Agama, Jalan Kelud 12A Cilacap.

Adapun prosedur pembayaran, Anwar menjelaskan, bahwa setelah pihak yang berperkara menyerahkan surat gugatan ke petugas Meja I dan telah dilakukan penelitian sebagaimana ketentuan dalam BINDALMIN, kemudian dibuatkan SKUM yang berisi taksiran biaya perkara berikut nomor perkara. Selanjutnya dengan SKUM tersebut pihak yang berperkara menyetorkan biaya ke counter kas bank.

Anwar menambahkan, pihak yang berperkara mengisi dan menanda tangani slip setoran biaya perkara yang telah disediakan dengan sekaligus menyetorkan uangnya di counter kas bank.

"Pihak yang berperkara akan diberikan satu lembar slip yang sudah divalidasi dan ia kembali ke petugas Meja I dengan menunjukkan bukti setoran guna menerima salinan surat gugatan yang telah diberi tanda daftar," imbuhnya.

Menyangkut sisa panjar biaya perkara, Anwar mengatakan, setelah perkara dinyatakan putus ternyata panjar biaya perkara yang telah disetorkan lewat bank sisa maka pihak yang bersangkutan akan diberitahukan oleh Pengadilan Agama. Begitu juga bila setelah perkara diputus ternyata ada kekurangan biaya, maka pihak yang bersangkutan harus menambah sesuai hasil perhitungan dan dibayarkan melalui counter kas bank.

“Sekarang semua serba terbuka, semua bisa dicek di bagian jurnal berapa besarnya biaya perkara berapa sisanya,” jelasnya.

Disinggung kendala pelaksanaan pembayaran melalui bank, Anwar mengatakan, awalnya petugasnya terasa kaku, demikian juga pihak yang berperkara juga canggung pasalnya yang tadinya pembayaran melalui kasir di Pengadilan Agama, namun sekarang prosedur pembayaran melalui bank.

Anwar mengklaim, prosedur pembayaran panjar biaya perkara melalui bank yang dilaksanakan oleh Pengadilan Agama Cilacap merupakan yang pertama kali di Jawa Tengah. Selain itu Pengadilan Agama Cilacap juga menerapkan transparansi anggaran bagaimana mengelola DIPA yang ada yang bisa dipantau melalui web milik Pengadilan Agama Cilacap.