Agu
14
2020
Today
Cuaca Cilacap 03-08-2020

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Aih…!! Mbahe Ikut Nikah Massal
Oleh Wagino   
Minggu, 25 Nopember 2007 10:02
CILACAP, (Cimed) - Gelak tawa pengunjung sesekali membahana saat pasangan pengantin tertua mendapat giliran didepan penghulu. Arsa Wijaya (70) adalah lelaki tertua dalam pernikahan massal HUT Emas Pertamina. Ketika ditemui usai akad nikah dia menyatakan sangat gembira. Sebab, kini dia memiliki surat nikah resmi dari pemerintah.
Wajah gembira terlihat di kerut wajah Arsa Wijaya yang sudah mbah-mbah, warga Kemiren, Kecamatan Cilacap Utara. Sambil sesekali merangkul istrinya, Tuminah dia duduk bersimpuh berjajar di Masjid Baiturrahman, Sabtu (24/11).

Sejak enam tahun lalu dia dan Tuminah hanya terikat perkawinan siri. Dia beralasan tak memiliki uang untuk menikah resmi. Selama ini dia bekerja sebagai buruh tani. ''Hasil kerja kangge nyukupi kebetahan (Hasil kerja hanya untuk mencukupi kebutuhan hidup),'' kata dia.

''Saniki sampun ayem, sebab sampun gadhah surat nikah saking pemerintah (Sekarang saya tenang karena sudah punya surat nikah dari pemerintah),'' tutur mbah Arsa.

Saat prosesi akad nikah dihadapan penghulu, sesekali pengunjung yang hadir dibikin ketawa oleh mbah Arsa pasalnya seringkali ucapannya keliru yang disebabkan karena faktor usia. Meski usia sudah tua namun keduanya tampak mesra.

Usai menerima surat nikah keduanya pun dipersilakan untuk kembali ketempat semula. Namun bukannya mbah Arsa bersama istrinya berjalan berdua, malah jalan sendiri-sendiri, mbah Arsa Wijaya jalan kekanan, sementara istrinya Tuminah ke kiri. Kontan saja jadi bahan ketawa seluruh pengunjung.

Mereka dinikahkan cuma-cuma di Masjid Baiturrahman, Komplek Pertamina Lomanis Cilacap. ''Kula maturnuwun kalih Pertamina. Saniki kula boten ragu malih, saniki sampun sah menurut Pemerintah lan agama,'' ujar Arsa dalam bahasa Jawa.

Keseluruhan yang dinikahkan 26 pasangan. Pasangan tertua usia 70-40 tahun dan yang termuda berumur 29-17 tahun. Sebagian besar peserta beralasan tak memiliki biaya untuk menikah di KUA.

Semua mas kawin berupa peralatan shalat merupakan bantuan dari Pertamina UP IV, selain perlengkapan sholat masing-masing pasangan mendapat pakaian yang dikenakan untuk akad nikah.