Sep
26
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Populasi Minim, Pengembangan Sapi Potong Terbuka
Oleh Wagino   
Selasa, 09 September 2014 19:46

CILACAP, (CIMED) - Kabupaten Cilacap memiliki wilayah paling luas di Jawa Tengah, tetapi populasi sapi potongnya paling kecil, kurang dari 21 ribu ekor. Padahal Cilacap sangat potensial untuk pengembangan sapi, disamping adanya Pelabuhan yang digunakan untuk transit impor sapi.


Hal itu dikatakan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Cilacap , Ir. Susilan melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan Ir. Suprayitno, saat menjadi pembicara pada acara "Pelatihan pemanfaatan rumput dari area RU IV dan Pemberdayaan peternakan sapi" di gedung PWP, Gunung Simping, Cilacap, Selasa (9/9).

Menurutnya, peternakan sapi khususnya sapi potong di Kabupaten Cilacap masih sangat minim sehingga kesempatan untuk membuka usaha itu terbuka sangat luas.

Dijelaskan, minimnya peternakan sapi potong itu disebabkan keterbatasan anggaran dari APBD Kabupaten Cilacap dan kurangnya dukungan anggaran dari APBD Provinsi Jateng maupun APBN.

"Dukungan anggaran ini diperlukan karena modal usaha peternakan sapi potong cukup besar, biasanya ternak sapi digeluti oleh petani kelas menengah ke atas. Kalau masalah sumber daya manusianya sebenarnya mencukupi, hanya kurang dukungan anggaran saja," jelasnya.

Dikatakan, hingga saat ini sentra peternakan sapi potong di Kabupaten Cilacap sebagian besar masih didominasi di wilayah Cilacap Timur seperti Kecamatan Adipala dan Binangun.

"Padahal, wilayah Cilacap Barat seperti Kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, dan Majenang sangat potensial untuk pengembangan budi daya sapi potong karena ketersediaan hijauan pakan ternak cukup banyak," katanya.

Ditandaskan, dengan demikian, peluang usaha peternakan sapi potong masih sangat terbuka di Cilacap khususnya wilayah barat.

"Bagi para pengusaha yang memiliki modal banyak silahkan untuk mengembangkan usaha ternak sapi potong, karena prospeknya sangat bagus," tandasnya.

Sementara itu Public Relation Section Head Pertamina RU IV Cilacap, Musyriyadi, mengatakan Pertamina bekerjasama dengan BP2KP Cilacap dan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto mengadakan acara "Pelatihan Pemanfaatan Rumput dari Area RU IV dan Peberdayaan Peternakan Sapi".

Dijelaskan, pelatihan ini diikuti 30 peserta dari "Kelompok Peternak Patra Lembu Mukti" di Kelurahan Tritih Kulon, Kecamatan Cilacap Utara.

"Pelatihan ini berupa pembekalan materi tentang teknologi fermentasi pengolahan pakan ternak yang berkualitas dan praktek langsung di area kandang komunal sapi di Tritih Kulon," jelasnya.

Musyriyadi menerangkan, latar belakang dari kegiatan ini berawal dari banyaknya produksi rumput di area kilang RU IV yang mencapai 3.645 ton per tahun.

"Dari jumlah rumput yang ada, walaupun sudah dimanfaatkan untuk pakan ternak, pupuk organik dan gas metan, namun pemanfaatannya belum maksimal," terangya.

Sehingga, lanjut dia, Pertamina bekerjasama dengan BP2KP Cilacap berupaya memanfaatkan rumput area kilang RU IV tersebut untuk pakan ternak sapi.

"Karena rumput yang tersedia cukup banyak Pertamina membantu pembuatan gudang pakan dan pelatihan teknologi pengolahan pakan fermentasi rumput sebagai pakan yang berkualitas," ujarnya.

Dia menambahkan, dengan adanya bantuan rumput dari Pertamina ini, para peternak lebih fokus mengurus ternaknya, tidak lagi kehilangan waktu untuk mencari rumput, dapat menyediakan pakan yang berkualitas sehingga ternak dapat berkembang dengan baik, produktivitas meningkat, pendapatan perkapita juga meningkat.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda