Sep
26
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Bupati Temukan Hasil Pekerjaan Kontraktor Sangat Jelek
Oleh Wagino   
Senin, 01 Pebruari 2016 21:46

CILACAP, (CIMED) - Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji secara terang-terangan menyatakan hasil pekerjaan penyedia jasa konstruksi di Kabupaten Cilacap pada tahun 2015 lalu tidak sesuai dengan harapan, karena kwalitasnya sangat jelek. Temuan itu diketahui setelah Tatto melakukan blusukan ke desa-desa untuk melihat secara langsung hasil pembangunan yang dikerjakan para kontraktor.


"Setelah saya turun ke desa-desa ternyata hasil pembangungan yang dikerjakan para kontraktor kwalitasnya sangat jelek, buka jelek. Kalau saya ngomong, kisarannnya sekitar 60 persen," ujar Tatto pada acara coffee morning bersama para pengurus asosiasi jasa konstruksi di gazebo pendopo Wijayakusuma Cakti, Cilacap, Senin (1/2/2016).

Karena kwalitasnya sangat jelek, kata Bupati, pihaknya mengundang pengurus jasa konstruksi untuk melakukan evaluasi. Harapannya,para kontraktor bisa bekerja lebih baik dalam ikut membangun Kabupaten Cilacap.

"Karena itu perlu adanya pembinaan, pendekatan, komunikasi, dan silaturahim sehingga kedepannya pelaksanaan kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh para kontraktor Cilacap, akan semakin baik," katanya.

Bupati melanjutkan, jika sudah dilakukan pembinaan tetapi hasilnya masih jelek maka akan diambil tindakan berupa punishment. Sementara kontraktor dengan hasil baik maka akan diberi reward.

"Kontraktor yang hasilnya bagus, bila perlu dikasih pekerjaan yang lebih banyak," ucapnya.

Tatto mengungkapkan, rendahnya mutu pekerjaan para kontraktor disebabkan sejumlah faktor antara lain, banyak pekerjaan yang dalam pelaksanaannya disubkan kepada kontraktor lain.

"Temuan saya, mereka hanya punya CV, tetapi saat menang lelang tidak dikerjakan sendiri. Model yang seperti ini yang membuat mutu pekerjaan jadi jelek," ungkapnya.

Kemudian penyebab kedua adanya praktik dlosoran hingga 30 persen, dimana kontraktor mengajukan penawaran harga yang sangat rendah untuk memenangkan lelang tanpa memperhatikan mutu pekerjaan.

"Saya ingin mencoba membuat peraturan, sistim glosoran ini akan dihilangkan. Nanti saya akan bekerjasama dengan aparat penegak hukum baik kepolisian, kejaksaan dan juga BPK untuk membuang sistim glosoran ini agar kwalitas pekerjaan yang dihasilkan kontraktor menjadi baik," tandasnya.

Dan yang memprihatinkan, banyak dijumpai dalam satu keluarga memiliki beberapa bendera untuk memenangkan lelang. Sehingga pada masa ramai pekerjaan, tenaga yang ada pun rebutan. Tatto mencontohkan, karena tenaga tukang rebutan sehingga ada kontraktor yang merekrut serabutan.

"Tenaga tidak sesuai kompetensi dipekerjakan, sehingga hasilnya akan jelek. Tenaga yang dipekerjakan hasru mempunyai keahlian," ucapnya.

Bupati mengakui, selama ini dirinya menjaga jarak dengan para kontraktor hal ini untuk menghindari interferensi.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral, Alexander Ristiyanto mengatakan, satu keluarga memiliki beberapa bendera tidak melanggar aturan. Menurutnya, para kontraktor menyiapkan beberapa bendera sesuai dengan klasifikasinya agar bisa bermain , pada kategori dibawah maupun atas.

"Kita berharap pada asosiasi ada komunikasi internal yang bagus, sehingga rambu-rambu itu dikomunikasikan secara kekeluargaan antar anggota asosiasi. Supaya jumlah paket kegiatan yang disiapkan melalui proses lelang yang ada bisa ditangani,"

Sementara terkait 'dlosoran' yang dilakukan rekanan, Risti mengatakan, sesuai ketentuan kontraktor yang menawar harga diatas 20 persen harus menyertakan jaminan pelaksanaan. Menurutnya, kondisi itu karena ada rekanan yang sifatnya coba-coba dengan menawar rendah, emosional.

"Kedepan ini akan kita benahi. Tetapi, aturannya menawar diatas 20 persen diperbolehkan sepanjang menyertakan jaminan pelaksanaan," tegasnya.

Ketua DPC Gapensi Cilacap, Zaenal Marufin tidak menampik jika hasil kerja penyedia jasa kontruksi kurang bagus, akan tetapi tidak seluruhnya.

"Memang ada, tapi hanya sebagian kecil saja, tidak banyak. Itu akibat rendahnya dalam menawar pekerjaan. Karena itu, semua pihak baik penyedia dan pengguna jasa kosntruksi harus profesional," katanya.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda