Des
08
2021
Today

Cuaca Cilacap 23-11-2021

Hujan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
17 Ambulans Pembawa Jenazah Terpidana Disiapkan
Oleh Wagino   
Kamis, 19 Mei 2016 18:05

CILACAP, (CIMED) – Jelang rencana eksekusi mati gelombang tiga di Pulau Nusakambangan, Cilacap, pihak Dinas Kesehatan Cilacap diminta menyiapkan 16 ambulans oleh Kepolisian Resor Cilacap. Namun Dinkes menyiapkan 17 ambulans berikut sopir, satu diantaranya untuk cadangan.


“Dari Kepolisian Resor Cilacap sudah mengirim surat kepada kami pada akhir April lalu. Intinya minta bantuan ambulans untuk pengangkutan jenazah setelah pelaksanaan eksekusi. Jumlah yang diminta sebanyak 16 ambulans,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr. Marwoto, Kamis (19/5/2016).

Meski pihak kepolisian minta disiapkan 16 unit, akan tetapi Dinkes menyediakan  17 ambulans. Hal itu karena satu ambulan disiapkan untuk cadangan.

“Kita tidak tahu yang dieksekusi berapa, namun dari Kepolisian minta 16 ambulans. Kita siapkan 17 ambulans,” ujarnya.

Jumlah ambulans sebanyak itu berasal dari masing-masing Puskesmas yang ada di Kabupaten Cilacap. Bahkan pihaknya sudah mengumpulkan seluruh sopir yang membawa ambulan untuk diberi pengarahan.

“Kita sudah siapkan ambulans yang layak. Sopir sudah dikumpulkan untuk mempersiapkan kendaraan sedini mungkin. Sehingga pada saatnya pelaksanaan sopir dan ambulans sudah siap semua,”

Kendati demikian, hingga saat ini pihaknya belum ada pemberitahuan lebih lanjut kapan eksekusi gelombang tiga dilaksanakan.

“Tidak tahu kapan waktunya, tapi pasti kapan saja kita siap,” tandasnya.

Menurutnya, dalam pelaksanaan eksekusi, Dinas Kesehatan perannya hanya sebatas pengangkutan jenazah terpidana mati hingga ke alamat yang dituju. Khusus warga Negara asing, diantar sampai ke bandara.

“Setelah jenazah selesai ditangani dan dimasukan ke dalam peti, ambulan langsung membawa ke alamat masing-masing,” ujarnya.

Sedangkan soal peran yang lain terkait dengan pemeriksaan terhadap terpidana setelah pelaksanaan eksekusi ditangani oleh Dokes Polri. Bahkan penanganan jenazah setelah dinyatakan meninggal juga sudah ada petugas khusus.

Berdasarkan catatan Harmas, ambulans yang digunakan untuk membawa jasad terpidana mati setelah pelaksanaan sebagian adalah milik Puskesmas di Cilacap. Hanya saja, tulisan yang berada kanan kiri bodi ambulans ditutup, sehingga tidak diketahui berasal dari Puskesmas mana.

Terpisah, Kepala Kamar Jenazah RSUD Cilacap, Sunarso juga mengaku sudah dihubungi pihak kepolisian untuk menangani jenazah terpidana mati usai eksekusi. Hanya saja, biasanya hanya menangani jenazah yang diketahui mengidap HIV.

“Kita hanya menangangi jenazah yang mengidap penyakit HIV saja, karena butuh penanganan khusus,” ujarnya.

Kendati demikian, Sunarso tidak mengetahui secara pasti kapan eksekusi gelombang tiga dilaksanakan dan berapa jumlahnya.