Sep
26
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Selamatkan Produksi Padi, Gerakan Pengendalian Wereng Batang Coklat Digalakkan
Oleh Wagino   
Rabu, 12 Juli 2017 12:07

CILACAP, (CIMED) - Guna menyelamatkan produksi padi akibat gangguan wereng batang coklat (WBC), Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap bekerjasama dengan Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman (PHP) Banyumas mengadakan gerakan pengendalian (Gerdal) WBC salah satunya di Desa Gentasari Kecamatan Kroya.


Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Ir. Gunawan, MM didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan Ermawati Syahyuni, SP, MP menjelaskan, gerakan pengendalian dengan cara penyemprotan massal ini dilakukan guna menyelamatkan produksi padi akibat ledakan wereng batang coklat (WBC) yang terpapar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.

"Gerdal WBC ini dilakukan secara rutin di wilayah yang terjadi endemis, dan salah satunya di Desa Gentasari Kecamatan Kroya. Penyemprotan secara serentak ini dilakukan pada lahan seluas 30 hektar menggunakan pestisida Sidatan. Tanaman padi yang disemprot maksimal umur tiga bulan," jelas Gunawan, Rabu (12/7/2017).

Dikatakan, petugas pengamat hama, PPL, kelompok tani, instansi terkait semua turun ke lapangan untuk bersama-sama mengadakan gerakan tersebut.  Dengan didukung bantuan pestisida baik dari Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap maupun Provinsi Jawa Tengah yang dialokasikan di Laboratorium PHP Banyumas.

"Dengan harapan setelah ada gerakan ini serangan WBC sudah berhenti sampai disitu, sehingga panen petani bisa terselamatkan dan produksinya bagus seperti yang diharapkan," katanya.

Sementara itu Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Ermawati Syahyuni, SP, MP menambahkan, berdasarkan data yang masuk sampai saat ini lahan tanaman padi yang puso akibat serangan WBC seluas 18 hektar. Sedangkan tanaman padi yang terancam puso mencapai 9.151 hektar. Lahan seluas itu tersebar di 15 wilayah kecematan antara lain Kecamatan Kesugihan, Adipala, Maos, Binangun, Nusawungu dan Kroya.

"Serangan WBC yang terancam puso paling luas di wilayah Kecamatan Binangun mencapai 2.880 hektar, disusul Adipala seluas 1.780 hektar dan Nusawungu seluas 1.600 hektar," rincinya.

Kendati demikian, kata Erma, dengan Gerdal WBC yang terancam puso ini terselamatkan. Menurutnya, hasil panen yang ada masih dalam batas normal dikisaran 6-7 ton per hektar.

"Harapannya, tidak terjadi penurunan produksi sehingga target produksi 880 ribu ton tahun 2017 ini tercapai," pungkasnya.

 



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda