Nov
21
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Pengeringan Irigasi Dihentikan, Petani Didorong Tanam Padi
Oleh Wagino   
Rabu, 30 Agustus 2017 17:05

CILACAP, (CIMED) - Musim kemarau tahun ini, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap mendorong para petani agar melakukan percepatan tanam, terutama pada lahan irigasi teknis di wilayah Cilacap Timur. Pasalnya pengeringan Daerah Irigasi (DI) Serayu dipercepat dari jadwal semula sehingga pasokan air melimpah.


Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Ir. Gunawan, MM didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan Ermawati Syahyuni, SP, MP menjelaskan, pada awalnya di bulan Agustus ini tidak akan tanam padi karena terikat dengan SK pola tanam serta adanya pengeringan total irigasi pada 15 Juli sampai dengan 15 September 2017 akibat perbaikan jaringan irigasi. Wilayah DI Serayu meliputi Kecamatan Sampang, Kroya, Maos, Adipala, Nusawungu, Binangun dan Kesugihan.

"Akan tetapi setelah dilakukan pemantauan di lapangan perbaikan jaringan irigasi DI Serayu belum berjalan. Karenanya, melalui himbauan bupati dan hasil rapat komisi irigasi pada 8 Agustus lalu, maka DI Serayu pada 12 Agustus dibuka kembali," kata Gunawan, Rabu (30/8/2017).

Selanjutnya, Gunawan menegaskan, tim upaya khusus (UPSUS) Kabupaten Cilacap beserta PPL (Petugas Penyuluh Lapangan), Camat , Kades dan TNI berupaya untuk mensosialisasikan program percepatan luas tambah tanam (LTT) padi serta memotivasi petani untuk segera melaksanakannya melalui sebar petuk.

"Kami mendorong petani agar tanam padi pada musim kemarau ini, karena irigasi sudah dibuka kembali. Target kami Oktober percepatan tanam sudah selesai," tegasnya.

Kendati demikian, Gunawan mengakui, hingga saat ini debit DI Serayu belum stabil sehingga air belum menjangkau semua wilayah utamanya Kecamatan Adipala, Binangun dan Nusawungu. Sedangkan wilayah Maos, Kroya dan Binangun sudah ada yang mulai mengolah lahan.

"Karena debit air belum stabil sehingga belum semua wilayah di DI Serayu dapat melakukan semai dan olah tanah, Kami sudah mengajukan permohonan penambahan debit air kepada Balai Besar Wilayah Serayu," ungkapnya.

Lebih lanjut Gunawan menerangkan, sementara wilayah DI Manganti yang mengairi wilayah Kecamatan Wanareja, Cipari, Sidareja, Gandrungmangu, Kawunganten, dan Bantarsari (DI Cihaur) serta Kedungreja dan Patimuan (DI Sidareja) juga ada jaringan irigasi.

"Ada perbaikan jaringan Irigasi sehingga ada pergiliran pengaliran air. Untuk primer Cihaur 17 hari mengalir, 13 hari kering sedang untuk primer Sidareja 15 hari mengalir dan 15 hari kering. Sehingga aktvitas pertanaman sangat terganggu di bulan Agustus," terangnya.

Ditambahkan, realisasi LTT padi pada bulan Agustus sebagian besar didukung oleh kecamatan yang lahan sawahnya dialiri oleh sumber mata air seperti di Kecamatan Dayeuhluhur, Majenang, Wanareja dan Karangpucung.

Sementara itu Kepala Bidang Tanaman Pangan Ermawati Syahyuni, SP, MP menyebutkan luas panen padi sawah di Kabupaten Cilacap pada bulan Juli 2017 adalah 30.559 hektar. Rinciannya, 22.251 hektar panen di lahan irigasi teknis dan sumber mata air dan 8.308 hektar lainnya panen di lahan tadah hujan.

"Berdasarkan kondisi tersebut maka pada bulan Agustus tanam di lahan sawah seluas 22.251 hektar. Realisasi LTT padi sampai dengan 29 Agutus adalah 9.105 hektar," rincinya.

Karenanya, lanjut dia, berbagai upaya telah dilakukan guna mendukung percepatan tanam musim kemarau tahun ini termasuk gencar sosialisasi kepada petani. Percepatan tanam kali ini menggunakan sistem tanam jajar legowo untuk meningkatkan hasil pertanian yang maksimal.

"Langkah tersebut untuk mencapai target luasan tanam padi dalam rangka peningkatkan produksi. Sehingga target produksi 880 ribu ton tahun 2017 ini tercapai. Apalagi selama ini Kabupaten Cilacap sebagai lumbung pangan (beras) di Jawa Tengah memberikan konstribusi terhadap produksi padi sekitar 10 persen," tandasnya.

Terpisah, PLT Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Cilacap Saeful Hidayat S.IP, ST, MM membenarkan jika DI Serayu sudah dibuka kembali sejak 12 Agustus lalu. Hal itu dikarenakan pelaksanaan proyek perbaikan irigasi dibawah pengawasan BBWS Serayu-Opak mengalami keterlambatan akibat lelang terlambat.

"Karena adanya permintaan penggunaan air baik untuk lahan pertanian maupun air baku PDAM. Disisi lain proyek belum perbaikan irigasi belum berjalan sehingga sesuai dengan kesepakatan irigasi dibuka. Jadi sampai dengan 15 September tidak ada lagi pengeringan," kata Saeful.

Menurutnya, meski saat ini musim kemarau, namun pasokan air untuk kebutuhan pertanian mencukupi. Utamanya lahan irigasi teknis tinggal diatur sesuai kebutuhan.

"Pintu-pintu air dibuka secara fleksibel, jadi kalau yang tidak membutuhkan air pintu ditutup. Itu kan irigasi teknis, irigasinya teratur dan pembagian airnya diatur," ujarnya.

 



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda