Okt
20
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Sidak TP4D Kejari Cilacap Temukan Proyek Jembatan Rp 2,27 M Molor
Oleh Wagino   
Kamis, 21 September 2017 18:44

CILACAP, (CIMED) - Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Cilacap menemukan potensi kerugian dari pekerjaan lanjutan pembangunan jembatan Penthus Desa Caruy Kecamatan Cipari. Kontraktor pun mendapat teguran keras dan terancam diberi sanksi diputus kontrak, bahkan black list.



Proyek jembatan yang dibiayai APBD Cilacap 2017 dengan pagu senilai Rp 2.490.000.000 itu dimenangkan oleh  CV. Bina Wira Karya yang berkantor di Perumahan Sidanegara Indah Blok X No. 347 - Cilacap dengan nilai kontrak Rp. 2.278.700.000. Saat TP4D yang terdiri dari Jaksa didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cilacap, melakukan sidak pada Selasa (19/9/2017), ditemukan keterlambatan progres pembangunan jembatan Penthus tersebut.

Pekerjaan lanjutan jembatan yang mulai digarap pada 22 Mei lalu, seharusnya hitungan teknisnya hingga pertengahan September telah mencapai progres 80 persen. Akan tetapi yang ditemukan, progresnya jauh dibawah target yakni baru 20 persen. Padahal, kontrak pekerjaan akan habis pada 18 Oktober 2017 mendatang. Sehingga dapat dipastikan, pekerjaan lanjutan jembatan penthus tak terselesaikan.

Ketua TP4D Kejari Cilacap, Arif Abdilah menyayangkan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan jembatan penthus, terlebih material yang digunakan pun tampak tidak sesuai spek. Seperti pondasi saat dipegang, langsung rapuh. Karenanya, pihaknya akan menindak tegas kontraktor dan mengusulkan agar pekerjaan dihentikan melalui mekanisme yang di tetapkan.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas PUPR Alexander Ristiyanto melalui Kabid Bina Marga, Wahyu Ari Pramono berjanji segera mengevaluasi CV.Bina Wira Karya termasuk rekanan pembangunan proyek lainnya.

“Sekarang baru teguran pertama, nanti berlanjut kedua, ketiga dan sampai batas akhir kontrak, kita putus” tegas Wahyu.

Dibalik keterlambatan progres, tim juga menemukan pekerja proyek jembatan Penthus yang ternyata belum mendapatkan upah. Direktur CV. Bina Wira Karya Alif Afif berjanji memperbaiki kinerja untuk mencapai target. Sedangkan terkait belum dibayarnya upah pekerja, ia mengaku akibat anggaran dari uang muka yang telah diterimanya disalahgunakan oleh orang lain. Kendati demikian, pihaknya akan berupaya untuk segera mengatasinya.

 



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda