Nov
21
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Digelontor Dana Pinjaman Luar Negeri Rp 129 Miliar, JJLS Kembali Dilanjutkan
Oleh Wagino   
Senin, 16 Oktober 2017 23:29

CILACAP, (CIMED) - Pembangunan Jaringan Jalan Lintas Selatan (JJLS) di kawasan Kabupaten Cilacap kembali dilanjutkan. Saat ini paket Lot 1 Tambakreja – Bantarsari sepanjang 6,5 kilometer dengan pagu senilai Rp. 129.173.220.000 itu masih dalam tahap lelang. Proyek strategis nasional tersebut didanai dari dana pinjaman luar negeri melalui Islamic Development Bank (IDB).


"Pembangunan fisik JJLS dikerjakan bertahap. Dari lahan yang sudah dibebaskan pada ruas Tambakreja-Bantarsari sepanjang 10 kilometer, pada tahun 2016 sudah dikerjakan sepanjang 3,5 kilometer. Dan tahun ini pembangunan JJLS dilanjutkan kembali," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Batas Jabar - Sidareja - Wangon Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Jateng, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Erwin Winarko, Rabu (11/10/2017)

 

Dijelaskan, berbeda dengan paket pekerjaan JJLS sebelumnya yang menggunakan dana APBN, kali ini untuk melanjutkan pembangunan JJLS pemerintah pusat mengalokasikan anggaran yang bersumber dari dana pinjaman luar negeri melalui Islamic Development Bank (IsDB) senilai Rp. 129.173.220.000. Anggaran sebesar itu untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan jalan baru sepanjang 6,5 kilometer termasuk satu buah jembatan dan pekerjaan box culvert.

"Saat ini masih dalam tahap lelang untuk mencari rekanan yang mengerjakan proyek JJLS. Jangka waktu pelaksanaan selama dua tahun. Direncanakan pelaksanaan pekerjaan mulai akhir 2017 dan selesai pada akhir 2019," jelasnya.

Lebih lanjut, Erwin menerangkan, paket pekerjaan Lot 1 Tambakreja – Bantarsari sepanjang 6,5 kilometer menyambung paket pekerjaan JJLS sebelumnya sepanjang 3,5 kilometer.

"Dimulai dari Jembatan Cibeureum di Desa Cisumur ke Bantarsari.  Konstruksi jalan menggunakan perkerasan aspal hotmix (fleksibel) bukan rigid, sama seperti jalan yang sudah jadi," terangnya.

Menurutnya, pembangunan jalan ini sangat penting sebagai jalan alternatif seiring dengan pertumbuhan lalu lintas yang semakin meningkat dari Cilacap ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melewati Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo. Hal ini untuk mengurangi kepadatan jalur tengah dari perbatasan Jawa Barat - Cilacap – Buntu – Kebumen – Purworejo. Proyek pembangunan jalan ini untuk mendorong pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa bagian Selatan.

Selain pembangunan JJLS, Erwin menambahkan, pemerintah juga sudah mengalokasikan anggaran untuk peningkatan jalan di sejumlah titik diantaranya ruas jalan Urip Sumoharjo dan ruas jalan Sampang-Buntu.

"Untuk ruas jalan Urip Sumoharjo menyambung jalan yang belum dibeton (rigid). Di Sampang nantinya juga menggunakan perkerasan rigid," pungkasnya tanpa merinci berapa alokasi anggaran yang disediakan untuk pembangunan jalan tersebut.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda