Nov
21
2017
Today
Cuaca Cilacap 29-08-2017

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Kambing Jawa Randu Digadang-Gadang Jadi Ikon Cilacap
Oleh Wagino   
Minggu, 22 Oktober 2017 15:35

CILACAP, (CIMED) – Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap kambing Jawa Randu jadi ikon daerah ini. Pasalnya, kambing Jawa Randu merupakan asli Cilacap dan salah satu sentranya berada di wilayah Kecamatan Karangpucung. Selain menjadi ikon daerah, kambing ini diharapkan mampu mendongkrak taraf hidup masyarakat peternak.


Hal itu dikemukakan PLT Sekda Cilacap, Drs. Farid Ma’ruf, MM saat membuka Kontes dan Expo Ternak Kabupaten Cilacap 2017 yang digelar di lapangan Holcim Jalan Damar, Cilacap Utara, Minggu (22/10/2017).

“Kalau di Kaligesing Purworejo mempunyai ikon ternak kambing Etawa atau Kambing Kaligesing yang sudah terkenal, di Kabupaten Cilacap khususnya di wilayah Kecamatan Karangpucung dan sekitarnya juga mempunyai sentra ternak kambing Jawa Randu. Dan saat ini telah mulai berkembang juga ternak Kambing Sapera yaitu kambing hasil persilangan Saanen dan Peranakan Etawa,” kata Farid yang juga menjabat sebagai Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cilacap.

Untuk itu, lanjut Farid, potensi tersebut perlu terus dikembangkan, perlu lestarikan agar tidak punah, atau agar tidak diklaim menjadi ikon daerah lain.
“Salah satu cara yang ditempuh adalah melalui event-event seperti kontes ternak ini. Saya berharap expo ini tiap tahun bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Menurutnya, melalui kontes ternak diharapkan dapat memotivasi para ppeternak kambing untuk beternak lebih profesional menggunakan bibit-bibit yang berkualitas. Disisi lain juga diharapkan mendongkrak harga kambing di pasaran, khususnya kambing Jawa Randu.

“Peternak yang profesional menghasilkan ternak-ternak kambing yang berkualitas, harga jual yang tinggi, tentunya akan meningkatkan taraf hidup manyarakat peternak kita,” ujarnya.

Hal lain yang tidak kalah penting dalam pengembangan ternak kambing adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan protein hewani yang berasal dari daging kambing. Terpenuhinya kebutuhan daging akan meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Kemudian pembudidayaan ternak yang diintegrasikan dengan budidaya pertanian secara luas akan menghasilkan ekosistem yang lebih stabil. Kekurangan unsure hara dalam tanah tidak ditambah dengan pupuk kimia, tetapi cukup dipupuk dengan pupuk kandang yang berasal dari kotoran ternak tersebut.

Dia mengungkapkan, berdasarkan data statistik jumlah kambing di Kabupaten Cilacap pada tahun 2015 sebanyak 100.245 ekor dan terbanyak berada di Kecamatan Karangpucung yaitu 36.301 ekor.

"Sedangkan domba pada tahun 2015 di Kabupaten Cilacap sejumlah 23.517 ekor," ungkapnya.

Di musim Idhul Adha 1438 Hijriah, kambing dari Kabupaten Cilacap telah dipasok untuk memenuhi kebutuhan kurban di Ibukota Jakarta maupun kota-kota lainnya, selain memenuhi kebutuhan hewan kurban kambing di Kabupaten Cilacap yang mencapai sekitar 7.000 ekor.

“Ini semua adalah potensi yang perlu terus kita kembangkan bersama-sama. Agar terdapat sinergi yang kuat diantara para pelaku usaha ternak kambing. Mulai dari peternak, Asosiasi peternak, pelaku usaha bidang peternakan maupun dari pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap,” tandasnya.

Karenanya, kata Farid, dalam rangka pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan diharapkan para pimpinan BUMN, BUMD , perbankan dan perusahaan swasta dapat menyalurkan dana CSRnya antara lain melalui budidaya ternak yang dilaksanakan melalui kelompok tani ternak.

“Saya yakin apabila kita semua dapat bersinergi dalam pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Cilacap potensi ternak  kita akan semakin berkembang dengan pesat,” katanya.

Sementara itu Ketua Panitia Kontes dan Expo Peternakan Kabupaten 2017, Ir. Daryono yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian setempat mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati bulan bakti peternakan 2017 yang jatuh pada bulan September dan berakhir Oktober.

“Tujuannya untuk memotivasi para peternak agar berupaya dan berusaha lebih giat lagi. Sekaligus sebagai ajang promosi khususnya peternakan kambing,” kata Daryono.

Disebutkan, peserta adalah petani peternak yang ada di Kabupaten Cilacap dari ujung Timur hingga Barat yakni dari Kecamatan Nusawungu hingga Dayeuhluhur. Ditambah peserta dari luar daerah dan para pelaku usaha dibidang peternakan.

“Jumlah peserta yang ikut dalam kontes ternak ini sebanyak 100 peserta. Adapun kontes ini terbagi menjadi dari dua kategori penilaian yaitu kelas A dan B. Kategori kelas A yaitu kambing Etawa berdasarkan gigi yang sudah poel dua. Sedangkan kelas B yaitu kambing Jawa Randu berdasarkan gigi poel satu untuk jantan dan betina,” bebernya.

Kontes tersebut diikuti berbagai jenis kambing dan domba, diiantaranya Peranakan Etawa, Jawa Randu, Saneen, Broer dan Domba.

 



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda