Nov
17
2019
Today
Cuaca Cilacap 09-08-2019

Berawan
Suhu : 24-320C
Angin : 5-25 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Terima Perahu Ketinting, Nelayan Kutawaru Sumringah
Oleh Wagino   
Kamis, 18 Juli 2019 17:52

CILACAP, (CIMED) - Jalan kaki menyusuri tepian kanal kawasan hutan bakau perairan Bengawan Donan dengan membawa alat tangkap ikan dilakukan sebagian nelayan tradisional di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah.  Hasil tangkapan yang dibawa pulang pun tak tentu, tergantung musim dan nasib baik. Bisa ikan, udang, kepiting atau bahkan sama sekali tidak membawa hasil apa pun ke rumah.
Itulah, yang dialami Hadi Suwito (50), salah satu nelayan di Kelurahan Kutawaru yang sehari-harinya mencari ikan untuk menghidupi keluarganya dengan berjalan kaki karena tak memiliki perahu.

Namun kini, warga Dusun Gunung Sembir RT 04 RW 07 Kelurahan Kutawaru ini sumringah. Pasalnya, dirinya telah mendapatkan sarana mencari ikan yang memadai berupa perahu fiber beserta mesin ketinting dan alat tangkap dari Asuransi Jasindo bersama Badan Wakaf Alqur'an (BWA).

"Selama ini saya mencari ikan dengan jalan kaki. Dapat ikannya tidak tentu, kadang banyak kadang sedikit, kadang sama sekali tidak ada hasil. Kadang dapat ikan, udang, kepiting, tergantung musim," tuturnya, Kamis (18/7) ditemui usai menerima bantuan perahu dan alat tangkap ikan.

Dengan peralatan yang telah didapatnya, kini jangkauan mencari ikan yang dilakukan Hadi Suwito lebih jauh. Ia bisa menjelajah kawasan bengawan donan dan menyusuri kanal-kanal hutan bakau menggunakan perahunya. Harapannya, hasil yang didapat bisa berlipat sehingga perekonomian keluarganya meningkat.

Disinggung apakah selama ini sudah ikut asuransi nelayan, Suwito mengatakan belum. Dirinya mengaku sudah lama tahu adanya asuransi yang melindungi nelayan tapi belum ikut.

"Sekarang saya sudah ada perahu dan alat tangkap baru, saya akan ikut asuransi," ujarnya.

Sementara itu, Ario Radityo, Group Head Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo mengatakan, bersama dengan Badan Wakaf Algur'an (BWA) pihaknya membantu tersedianya sarana bagi para nelayan agar dapat menjalani profesinya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

"Dua unit perahu ketinting dan 10 set alat tangkap ikan serta pembinaan untuk nelayan merupakan salah satu bantuan yang diberikan Jasindo kepada nelayan. Sebelumnya juga diberikan 4 unit perahu yang sama kepada nelayan di Pulai Adonara, Flores NTT," kata Ario Ario Radityo usai menyerahkan bantuan kepada nelayan di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kamis (18/7/2019).

Disebutkan, dalam penggunaan sarana ini nantinya akan dikelola oleh BWA sebagai lembaga Filantrophy Islam yang bergerak dalam lembaga sosial, bertindak sebagai pengawasan dan pembina para nelayan di Cilacap.

"Perahu dan alat tangkap ikan nantinya ini dimanfaatkan oleh para penerima manfaat sampai 10 KK nelayan di Kelurahan Kutawaru secara bergantian dengan sistim bagi hasil antara nelayan dan pengelola," bebernya.

Ditambahkan, dengan bantuan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas penghidupan ekonomi maysarakat dengan penerima manfaat sekitar 20-30%. Dan menjadikan kegiatan ekonomi perahu ketinting sebagai salah satu pendukung pembangungan dan pengembangan Dakwah Islam di Kutawaru bersama para da'i setempat.

Dalam kesempatan yang sama Muhammad Ikhsan Salam, Direktur Operasional dan Keuangan WBA mengatakan, program wakaf produktif ini akan dikelola oleh nadzir wakaf Ust. Suwanto untuk kemaslahatan masyarakat Kutawaru.



Share on
Facebook! Twitter! Joomla Free PHP
 

Posting komentar anda