Okt
20
2020
Today
Cuaca Cilacap 01-09-2020

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Dipulangkan Dari Malaysia Karena Sakit, TKW Asal Jeruklegi Akhirnya Meninggal
Oleh Wagino   
Selasa, 05 Agustus 2008 14:25

JERUKLEGI, (Cimed) – Masih ingatkah dengan tenaga kerja wanita (TKW) asal Jerulegi yang pulang dari Malaysia dalam keadaan sakit dan nyaris lumpuh, 18 Juli 2008 lalu? Dua hari setelah pulang ke Indonesia kemudian menjalani perawatan di RSUD Cilacap selama dua hari, kemudian dirujuk ke RSUD Majenang karena menderita gagal ginjal.

TKW tersebut bernama Radisem, warga Jalan Julangmas, RT 03/RW 02, Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi akhirnya meninggal dunia pada Minggu (27)7) pekan lalu.

Berdasar informasi yang dihimpun dari anggota keluarga, meski telah menjalani perawatan selama seminggu dan dilakukan cuci darah sekali, namun kondisi almarhumah terus menurun. Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa pulang dari RSUD Majenang ke rumah orang tuanya. Saat dibawa pulang almarhumah sudah tidak bisa bicara.

“Melihat kondisinya terus menurun dan kemungkinan pulih sangat kecil kami terpaksa ambil keputusan untuk membawa pulang almarhumah,” kata Manisem kepada CilacapMedia.com, Senin (4/8).

Menurut dia, sejak dipindahkan dari RSUD Cilacap ke RSUD Majenang untuk menjalani cuci darah, almarhumah sulit bicara.

“Setelah cuci darah sekali badan yang bengkak mulai kempes. Tapi bicaranya sulit, yang ada nafasnya tersengal-sengal,”katanya.

Selama menjalani perawatan di RSUD Majenang, lanjut Manisem, kendala utama selain masalah biaya juga sulitnya mencari darah karena di rumah sakit tidak tersedia. Untuk mendapatkan darah sebanyak empat kantong setiap cuci darah harus membeli di PMI Banjar Patroman, Kabupaten Banjar. Padahal menurut dokter cuci darah harus dilakukan dua kali seminggu.

Meski pihak PJTKI telah berjanji menanggung biaya perawatan selama di RS namun karena harus ditanggung sendiri dulu hal ini membuat beban keluarga Radisem semakin berat.

“Pihak PJTKI belum membayar sepeserpun, semua masih kita yang tanggung sendiri. Janjinya nanti akan dibayar tapi hingga meninggal belum ada realisasinya,” katanya.

Sedang menurut Darsan (39), kartu Askeskin ( Asuransi Kesehatan bagi Rakyat Miskin ) yang didapat tidak banyak membantu karena hanya mendapat potongan 25 persen itupun hanya berlaku untuk biaya penginapan, sementara biaya lainnya mulai dari perawatan hingga cuci darah tidak masuk dalam jaminan.

Kerabat keluarga lainya, Trivena (40) masih meragukan penyebab sakitnya almarhumah hingga meninggalnya. Kalau memang benar-benar sakit, kata dia, seharusnya saat pulang harus ada keterangan dokter.

“Surat pengantar dokter dari Malaysia tidak ada. Paling tidak obat selama sakit juga dibawa. Tadinya warga sekitar menginginkan agar diotopsi, namun pihak keluarga tidak ada ketegasan sehingga ya dikubur saja,” katanya.

Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya Lagi, Seorang TKW Disiksa Majikan Di Malaysia, kepada pihak keluarga, almarhumah mengaku telah mendapat penganiayaan dari keluarga majikan.

Ditemui terpisah Kepala Cabang PT Elkarim Makmur Sentosa, Agung Nugroho, menegaskan kalau penyebab pulangnya Radisem karena sakit anemia.

“Saya tidak tahu persis kejadian disana, namun saya berpegang pada keterangan medikal yang dikeluarkan oleh Poliklinik Rashna di Malaysia bahwa almarhumah benar-benar sakit,” kata dia sambil menunjukan fotokopi hasil medikal yang dikirim dari Malaysia.

Disinggung masalah hak-hak yang diterima oleh almarhumah Radisem, dia menyebutkan, uang duka dan asuransi sedang dalam proses.

“Uang asuransi sebetulnya bisa keluar cepat kalau yang diajukan hanya klaim karena sakit. Setelah meninggal berkas kami tarik kembali dan diperbaharui, mudah-mudahan tidak lama lagi,” bebernya.

Terkait jumlah uang duka dan asuransi yang bakal diterima keluarga Radisem selaku ahli waris, dia belum bisa menyebutkan jumlahnya karena terkait berapa total biaya yang dikeluarkan selama masa perawatan di rumah sakit.