Okt
18
2021
Today

Cuaca Cilacap 10-10-2021

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Dituding Tak Jeli dan Lemah Dalam Pengawasan APBD, DPRD Cilacap Bungkam
Oleh Wagino   
Senin, 27 September 2021 23:47

CILACAP, (CIMED) - DPRD Kabupaten Cilacap tampaknya tidak menghiraukan sorotan warga masyarakat terkait kurang jeli dan lemahnya pengawasan penggunaan APBD. Hal itu terbukti dengan bungkamnya sejumlah anggota DPRD saat dimintai tanggapan terkait tudingan tersebut.


Beragam alasan disampaikan sejumlah anggota DPRD saat dihubungi media untuk dikonfirmasi. Beberapa diantaranya menjanjikan waktu untuk bertemu, namun tidak diketahui secara pasti bersedia apa tidak memberikan tanggapan terkait berita yang beredar sebelumnya.

Seperti Ketua Badan Kehormatan DPRD Cilacap dari Fraksi Nasional Demokrat Cahyo Sasongko saat dihubungi media menjanjikan waktu pada Kamis (30/9/2021) mendatang. Namun anggota Komis C DPRD Cilacap ini tidak memberikan keterangan secara pasti apakah akan menanggapi atau tidak.

Sementara Sekretaris Komisi C DPRD Cilacap dari Fraksi Golkar Yayan Rusyawan mengaku sedang berada di Yogyakarta untuk keperluan cek dokter.

Demikian pula Ketua Komisi C DPRD Cilacap Taufik Urrokhman Hidayat saat dihubungi media juga masih belum ada komentar apapun, kendati sebelumnya sudah menjanjikan untuk bertemu.

Sebelumnya, Koordinator LSM Seroja Cilacap, Ekanto Wahyuning Santoso menyoroti kinerja DPRD Kabupaten Cilacap terkait pengawasan dan penggunaan APBD yang dinilai kurang jeli. Salah satunya anggaran rutin dan swakelola Pemkab Cilacap yang nyaris luput dari pengawasan DPRD.

Sorotan itu disampaikan Ekanto menyikapi padangan umum sejumlah fraksi terhadap Perubahan APBD 2021 dan RAPBD 2022 belum lama ini. Ekanto menyayangkan tanggapan fraksi DPRD Cilacap dari tahun ke tahun monoton, hanya menanggapi dari sambutan atau pernyataan eksekutif dalam hal ini Bupati.

"Saya melihat tidak ada perubahan model dan cara DPRD secara umum seluruh fraksi dalam menanggapi sambutan Bupati maupun eksekutif," katanya, Kamis (23/9/2021).

Padahal, lanjut dia, sebagai warga masyarakat berharap adanya satu kritikan yang mendasar bukan hanya permukaan.

"Jadi saya menganggap, selama ini secara umum DPRD hanya memahami permukaan permasalahan yang ada di Pemkab," ucap Ekanto.

Dirinya menyebut jarang mendengar fraksi membacakan tanggapan masuk ke substansial. Termasuk yang paling penting dan menjadi sorotan selama ini adalah anggaran.

"Bagaimana DPRD melakukan pengawasan terhadap APBD yang bersifat rutin maupun yang diswakelola oleh eksekutif?" ungkapnya.

Menurutnya, dirinya tidak melihat itu. Karenanya, sebagai warga masyarakat dirinya merasa bosan dengan tanggapan selama ini yang berkaitan dengan sambutan-sambutan yang dilakukan DPRD.

"Seharusnya DPRD bisa lebih berani masuk ke substansi pengawasan. Apalagi yang faktanya anggaran rutin yang bersifat swakelola di dinas-dinas Pemkab Cilacap nilainya sangat besar dan nyaris tak tersentuh pengawasan," tegas Koordinator LSM Seroja ini.

Oleh karena itu, dia berharap agar tanggapan DPRD tidak monoton dan membosankan, bisa memetakan dan menanggapi secara substantif terhadap permasalahan mendasar yang ada di eksekutif.

"Terutama berkaitan dengan pertanggungjawaban APBD penggunaan secara substansial. Karena pengawasan, DPRD bisa masuk pada wilayah substansial yang ada," pungkasnya.