Okt
18
2021
Today

Cuaca Cilacap 10-10-2021

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Desa Rawajaya Miliki Mobil Siaga Dari Bank Mandiri
Oleh Wagino   
Rabu, 29 September 2021 21:49

BANTARSARI, (CIMED) - Kasus Covid-19 di Kabupaten terus mengalami penurunan. Kini jumlah kasus poisitiif aktif di Cilacap berhasil ditekan hingga 150 an kasus. Dan status level PPKM yang semula level 4, turun ke level 3. Kendati demikian tetap dituntut disiplin proktol kesehatan.
Seperti sikap waspada dan disiplin prokes yang terus diupayakan oleh Pemerintah Kecamatan Bantarsari, Cilacap di masa pandemi ini.

Bahkan tampaknya kini semakin termotivasi untuk menekan kasus Covid menyusul bertambahnya fasilitas baru untuk pelayanan Siaga Covid.

Adalah fasilitas satu unit mobil luxio yang dilengkapi dengan perlengkapan medis yang diterima oleh Pemdes Rawajaya, Bantarsari.

Fasilitas ini merupakan bantuan dari PT Bank Mandiri Tbk kepada Pemdes Rawajaya untuk digunakan sebagai Mobil Siaga Desa.

Bantuan satu unit mobil ini merupakan bentuk program CSR (coorporate social responsibilty) Bank Mandiri yang diserahkan beberapa hari lalu.

Penyerahan CSR Bank Mandiri dilakukan oleh Area Head Bank Mandiri Purwokerto yang membawahi Banyumas Raya, Edi Hargiyanto kepada Kades Rawajaya Martoyo.

"Ini adalah bentuk dan respon dari Bank Mandiri dari proposal yang diajukan oleh Desa Rawaja ke pusat. Hanya teknisnya kami yang melaksanakan," tutur Edi.

Dikatakan, fasilitas ini untuk melayani kepentingan masyarakat seperti merujuk pasien ke rumah sakit atau fakes yang lain.

"Kami berharap dapat dipelihara untuk kepentingan operasional yang lebih panjang," katanya.

Sementara Camat Bantarsari, Hari Winarno menyampaikan apresiasinya atas perhatian Bank Mandiri yang sudah mewujudkan permohonan dari Pemdes Rawajaya.

"Apalagi di area Barlingmascakeb, ini sangat spesial karena baru Desa Rawajaya yang pertama kali menerima," tutur Camat.

Menurut Hari, jika dihitung nilai unit kendaraannya sekitar Rp220 juta. Selanjutnya dia meminta agar pihak desa segera membuat SK penanggungjawab untuk operasionalnya.

"Pada prinsipnya agar bisa dialokasikan melalui APBDes sehingga jika masyarakat membutuhkan layanan untuk rujuk ke fakes, untuk driver, BBM termasuk pemeliharaan bisa dialokasikan dari APBDes," jelas Hari.

Dengan demikian menurutnya, fasilitas bantuan Bank Mandiri ini bisa dimanfaatkan sebagai layanan gratis untuk masyarakat.

"Walaupun angka pandemi sudah turun, tapi ini banyak membantu kebutuhan kita dalam melayani masyarakat," pungkas Camat.