Des
08
2021
Today

Cuaca Cilacap 23-11-2021

Hujan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Kebakaran Tanki di Kilang Pertamina Cilacap Diduga Akibat Petir, 6 Orang dan 7 CCTV Internal Diperiksa
Oleh Wagino   
Senin, 15 Nopember 2021 14:31

CILACAP, (CIMED) - Insiden kebakaran yang melanda tanki area 36 T-102 komplek Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Cilacap sejak Sabtu (13/11/2021) malam berhasil dipadamkan pada Minggu (14/11/2021). Dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan polisi, kebakaran diduga akibat sambaran petir. Hal itu diungkapkan Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Ahmad Lutfhi dalam Press Conference di gedung Patra Graha, Cilacap, Senin (15/11/2021) pagi.


"Tim penyidik dari Polda Jawa Tengah dibantu Puslabfor Mabes Polri dan Polres Cilacap telah melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kebakaran tanki area 36 T-102 di Kilang Pertamina Cilacap yang terjadi pada Sabtu (13/11/2021) malam sekitar pukul 19.15 WIB," ungkapnya.  

Dijelaskan, pihaknya sudah memeriksa terhadap enam orang saksi, lima saksi diantaranya dari eksternal. Kelima saksi membenarkan bahwa pada hari Sabtu 13 November 2021 saat insiden kebakaran tanki melihat adanya hujan dan petir di lokasi kejadian.

"Hal ini diperkuat dengan pemeriksaan satu orang saksi dari BMKG. Dimana BMKG menyatakan bahwa pada hari H ada dua titik petir dengan jarak 45 kilometer dan 12 kilometer. Ini nanti akan diperkuat keterangan dari ahli tentang bagaimana kondisi petir itu bisa menimbulkan induksi yang mengakibatkan kilatan cahaya," jelasnya.

Dari pemeriksaan saksi internal, lanjut Kapolda, telah memeriksa tujuh CCTV. Dari dua CCTV yang telah dilihat diketahui pada pukul 19.10 WIB terlihat ada kilatan cahaya petir kemudian timbul kebakaran.

"Jadi, dua CCTV di seputaran TKP didapat adanya petir yang menyambar tanki area 36 T-102. Dari kesesuaian keterangan para saksi, BMKG maupun CCTV internal Pertamina penyidik Polda Jawa Tengah untuk sementara menduga kebakaran akibat adanya induksi yang disebabkan sambaran petir. Kemudian sementara ini hasil penyidikan, untuk kelalaian dan sabotase belum kita dapatkan dan itu tidak ada," ungkapnya.

Kapolda menegaskan, akibat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa baik dari karyawan Pertamina maupun masyarakat tidak ada. Namun pihaknya sudah mengamankan sejumlah pertalite yang berhasil diselamatkan.

Disinggung apakah teknologi yang digunakan Pertamina untuk menangkal petir diselidiki penyidik, Kapolda mengatakan pihaknya hanya menyidik terkait dengan bukti permulaan yang cukup. Sedangkan terkait dengan kemampuan atau kekuatan petir itu biar ahli yang menjelaskan.

"Kebakaran tanki yang terjadi pada Juni lalu juga sama karena petir. Hal itu sesuai dengan keterangan ahli Prof Zoro dari ITB, kekuatan petir yang menyambar penangkal petir yang tidak kuat menangkal sehingga terjadi kebakaran. Karena disini adalah daerah rawan petir," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap - Taruna Mona Rachman membenarkan dari alat deteksi petir di Banjarnegara, diperoleh analisis pada Sabtu (13/11/2021) antara pukul 18.00 – 19.30 WIB, terdapat dua sambaran petir. “Yang pertama pada pukul 18.47 WIB dan yang kedua pada 19.23 WIB. Yang terdekat dengan area kilang terjadi pada pukul 18.47 detik ke-27,” jelasnya.  

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Kilang Pertamina Internasional Unit Cilacap, Cecep Supriyatna mengatakan Pertamina secara terbuka mendukung dan menghormati proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh aparat berwajib. “Kami tentu siap membantu aparat yang berwajib dalam proses ini hingga tuntas dengan memberikan keterangan maupun data yang diperlukan. Untuk memastikan penyebab insiden, kami akan menunggu hasil investigasi,” kata Cecep.

Seperti diberitakan sebelumnya, satu unit tangki di area Kilang Cilacap mengalami insiden terbakar pada Sabtu (13/11/2021) sekitar pukul 19.20 WIB. Setelah 12 jam, upaya pemadaman yang dilakukan Pertamina berhasil. Api berhasil dipadamkan menyeluruh pada Minggu (14/11/2021) sekitar pukul 07.45 WIB. Status darurat (emergency) juga telah dicabut pada pukul 09.15 WIB. Tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material hingga saat ini belum disampaikan pihak Pertamina.