Okt
20
2020
Today
Cuaca Cilacap 01-09-2020

Berawan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Warga Rawaapu Tolak Klaim Perhutani Atas Tanah Timbul
Oleh Yossy Suparyo   
Kamis, 07 Agustus 2008 21:51

PATIMUAN, (Cimed) - Akibat sedimentasi Sungai Citandui, di Desa Rawaapu, Kecamatan Patimuan, yang berbatasan langsung dengan pantai selatan Cilacap, ada penambahan daratan seluas 742 hektar. Perhutani mengklaim secara sepihak tanah tersebut meski sebagian besar tanah telah dimanfaatkan warga untuk pertanian. Sengketa tanah timbul di Desa Rawaapu telah terjadi sejak 1998.

Menurut Tarno, warga Rawaapu, pada waktu itu, warga mengajukan permohonan agar tanah tersebut dialihkan sebagai areal hak milik sebab cocok sebagai areal pertanian padi. Warga tidak setuju dengan langkah Perhutani menguasai tanah tersebut karena areal ini tidak cocok untuk tanaman keras.

Perhutani sendiri pernah memanfaatkan tanah timbul itu untuk perkebunan kayu putih. Namun, tanaman kayu putih banyak yang mati karena di musim penghujan areal tersebut menjadi persawahan. "Masa Perhutani mengurusi areal tanah basah, wilayah kerja mereka kan hanya areal tanaman keras," ujarnya.

Pada bulan Mei 2007, permohonan warga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap. Bupati Cilacap, Probo Yulastoro, setuju tanah tersebut menjadi milik warga sebab tanah tersebut di luar areal peta lahan yang dikelola Perhutani. Bahkan Pemkab Cilacap mengaku sudah menyurati Presiden dan Menteri Kehutanan. Intinya, meminta daratan baru tersebut diberikan kepada warga setempat atau Pemkab Cilacap.

"Saat Probo kampanye di lapangan desa, ia berjanji akan memperjuangkan tanah timbul menjadi hak milik petani. Sayang setelah ia menjadi bupati belum ada tindakan lebih lanjut. Warga hanya dimanfaatkan hanya untuk memenangkan pilihan bupati saja," lanjutnya.

Saat ini, warga tengah menunggu keputusan presiden atas status hukum tanah ini. Agar tidak mendapat tindakan represif dari petugas Perhutani mereka memanfaatkan lahan ini dengan status menyewa.