Jun
26
2022
Today

Cuaca Cilacap 21-06-2022

Hujan
Suhu : 24-300C
Angin : 5-10 km/jam
Cuaca Maritim

Login

Nama Pengguna Kata sandi
Lupa kata sandi anda? Lupa nama pengguna anda?
Masyarakat Diajak Kelola Limbah Domestik secara Bijak
Oleh Wagino   

CILACAP, (CIMED) – Pada momentum Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap kembali mengajak masyarakat untuk semakin bijak mengelola limbah domestik. Hal itu disampaikan Pjs GM PT KPI RU IV, Arief Budiyanto dalam live podcast bertema ‘Pengelolaan Limbah Domestik’ di studio podcast komplek HO RU IV, Jumat malam (11/2/2022).

 

 

Dikatakan Arief, limbah dalam isu lingkungan merupakan permasalahan klasik berkepanjangan mengingat persoalan ini terus mengikuti perkembangan hidup manusia.

“Yang paling banyak dihasilkan manusia adalah limbah domestic dari sisa atau buangan berbagai macam kegiatan seperti rumah tangga, sekolah, penginapan, restoran, perkantoran, pasar mall, dan lain-lain,” katanya.

Lanjut dia, sejalan dengan komitmen perusahaan melestarikan lingkungan hidup ia mengajak para pekerja, mitra kerja dan keluarga besar RU IV memahami dan melaksanakan standar pengolahan limbah domestik.

Hal ini penting untuk mengurangi resiko pencemaran lingkungan, sekaligus mendapatkaan manfaat dan nilai tambah dari limbah domestik,” imbuh Arief.

Narasumber pertama, Marnang Haryoto dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menyebutkan limbah domestik bisa berupa benda padat seperti sampah maupun cair seperti limbah buang air termasuk kegiatan kamar mandi, toilet, dan wastafel.


“Kegiatan rumah tangga, perindustrian, IKM, UKM, rumah sakit, perhotelan, termasuk pelabuhan tentu menghasilkan air limbah. Hal ini harus dikelola dengan baik sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 68 Tahun 2016 untuk pengelolaan limbah domestik,” terangnya.

Sayangnya hingga kini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui pengelolaan sampah dan apa dampaknya terhadap lingkungan sekitar jika tidak ada kepedulian mengelolanya.

“Kita harus mulai menyadari untuk mengurangi sampah dari sumbernya. Misalnya, sampah-sampah yang masih memiliki nilai ekonomi bisa disalurkan melalui bank-bank sampah,” ucap Marnang.

Selanjutnya narasumber kedua, Dwi Rachmawati selaku Founder Moms Go Green menjelaskan pemanfaatan sampah bisa menjadi produk kesehatan rumahan.

“Diantaranya menjadi sabun dari eko enzim, cuka buah, klasik enzim, tape, tanaman microgreen dipanen sekitar 7-14 hari yang dapat divariasikan dalam masakan dan menu-menu sehat lainnya,” katanya yang juga Wakil Ketua Perempuan Peduli Sehat (PPS) Persaudaraan Muslimah (Salimah) Cilacap.

Dikatakan, eko enzim adalah cairan sejuta manfaat yang dapat dihasilkan dari sisa buah-buahan terutama kulitnya.

“Diantaranya satu fungsinya adalah untuk melindungi lapisan ozon bumi, campuran menghilangkan bau bangkai, menjernihkan danau, selokan, dan sungai,” imbuh Ewie, panggilan akrabnya.